Terkait Zika, Riau Awasi Ketat Penumpang dari Singapura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Nyamuk Aedes albopictus betina menyedot makan darah dari kulit manusia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S. sedang menyelidiki mewabahnya virus Zika yang diduga ditularkan oleh nyamuk tersebut ataupun Aedes aegypti. James Gathany/CDC via AP

    Nyamuk Aedes albopictus betina menyedot makan darah dari kulit manusia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S. sedang menyelidiki mewabahnya virus Zika yang diduga ditularkan oleh nyamuk tersebut ataupun Aedes aegypti. James Gathany/CDC via AP

    TEMPO.COPekanbaru - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pekanbaru memperketat pengawasan masuknya penumpang dari Singapura ke Riau. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus zika yang saat ini telah mewabah di Singapura. 

    Kepala KKP Pekanbaru Budy Hidayat mengatakan pihakya telah menyiagakan petugas untuk mengawasi kedatangan penumpang di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Pengawasan juga dilakukan di tiga pelabuhan, seperti Pelabuhan Buatan, Pelabuhan Perawang, dan Pelabuhan Selatpanjang. "Kami siagakan petugas di terminal kedatangan luar negeri," kata Budy kepada Tempo, Selasa, 1 September 2016. 

    Menurut Budy, pengawasan tidak hanya dilakukan kepada penumpang, tapi juga barang bawaan. Pihaknya telah menyiapkan alat pendeteksi suhu tubuh (termal scan) dan pemeriksa alat angkut dan barang (Bretaeu Indek). "Pengawasan dilakukan terhadap orang, barang, dan alat angkut," ucapnya. 

    Budy mengatakan pihaknya terus memberi laporan dan berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan Riau. Jika ditemukan ada penumpang yang sakit, kata dia, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah pemeriksaan medis dan merujuk ke rumah sakit. 

    Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Riau Rozita menegaskan, sejauh ini belum ditemukan kasus zika di Riau. "Belum kami temukan pasien zika," ujarnya. 

    Meski demikian, kata dia, Dinas Kesehatan Riau langsung merespons travel advisor yang disampaikan Menteri Kesehatan dengan langkah antisipasi mencegah kemungkinan masuknya virus zika. "Langkah antisipasi ini sudah kami mulai sejak Selasa lalu," tuturnya. 

    Rozita mengimbau masyarakat mengetahui sejak dini pencegahan virus zika. Menurut dia, pencegahan virus zika hampir sama dengan demam berdarah. “Tetap budayakan 4M plus,” katanya.

    Adapun 4M plus adalah menguras baik air, menutup bak mandi, mengubur barang bekas, memantau plus jangan menggantung pakaian bekas pakai, memelihara ikan, menghindari gigitan nyamuk, dan membubuhkan bubuk abate di tempat-tempat penampungan air. 

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.