Skandal Narkoba: Misteri, Siapakah Pelapor Gatot Brajamusti?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aa Gatot Brajamusti. facebook.com

    Aa Gatot Brajamusti. facebook.com

    TEMPO.COMataram - Kepolisian Resor Mataram masih terus memeriksa intensif eks Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti; istrinya, Dewi Aminah; Reza Artamevia; Richard; beserta dua orang lainnya. Mereka dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba setelah pemeriksaan urine.

    Menurut Kepala Polres Mataram Ajun Komisaris Besar Heri Prihanto, masa pemeriksaan tersisa sehari lagi sesuai aturan penahanan 3 x 24 jam sejak ditangkap. "Pemeriksaannya belum selesai,” kata Heri kepada Tempo seusai upacara hari ulang tahun Pemerintah Kota Mataram ke-23 di Lapangan Sangkareang, Mataram, Rabu, 31 Agustus 2016.

    Baca: Terungkap: Sebelum Digerebek, Gatot Brajamusti Dapat Ancaman

    Enam orang itu ditangkap di kamar nomor 1100 lantai 11 Hotel Golden Tulip, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu malam, 28 Agustus 2016, pukul 23.00 Wita. Polisi menyita sabu, bong, dan perlengkapan lain di kamar itu. Penggerebekan pesta sabu tersebut disebutkan berasal dari informasi masyarakat.

    "Ya, sebelumnya ada laporan dari masyarakat soal adanya pesta sabu ini," ujar Heri. Namun ia tak mau menjawab saat ditanya siapa dan kapan laporan itu diterima kepolisian. Penangkapan itu sendiri dipenuhi drama. Beberapa jam sebelum penangkapan, Gatot baru saja terpilih menjadi Ketua Umum Parfi untuk kedua kalinya.

    Baca: Gatot Brajamusti 2 Hari Tak Makan & Takut Toilet, Depresi?

    Adapun satu jam setelah penangkapan, Gatot akan berulang tahun ke-54. Penyanyi Reza Artamevia turut ditangkap dalam waktu bersamaan di kamar yang sama. Juru bicara Parfi, Ozi S.S., menyebutkan penangkapan Gatot penuh rekayasa. "Perkara ini by design," ucap Ozi, yang mengaku mendampingi Gatot selama pemeriksaan.

    Heri Pihanto pun menegaskan bahwa operasi tangkap tangan itu murni dilakukan Polres Mataram tanpa keterlibatan pihak lain. Sebelumnya, disebutkan penangkapan ini dilakukan juga oleh Satuan Tugas Merah Putih. "Informasi dari mana yang mengatakan ada Satgas Merah Putih?" dia balik bertanya.

    SUPRIYANTHO KHAFID

    Rekomendasi Berita
    Anang Nekat Bunuh Gadis Karaoke, 4 Bukti Ini yang Menjeratnya
    2 Kegeraman di Balik Alasan TW Laporkan Anak Buah Buwas



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.