RKSA, Sinergi Peneliti, Industri dan Pemerintah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diharapkan akan terpilih peneliti terbaik dalam bidang kesehatan dan life science di Indonesia.

    Diharapkan akan terpilih peneliti terbaik dalam bidang kesehatan dan life science di Indonesia.

    INFO NASIONAL - Sebagai bentuk apresiasi kepada peneliti Indonesia yang berdedikasi dan bekerja keras dalam menghasilkan karya penelitian di bidang kesehatan, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) menggelar Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA). Mengusung tema “Menggiatkan Sceincepreneurship Indonesia,” tahun ini RKSA akan memberikan penghargaan kepada tiga pemenang kategori Best Research dan satu pemenang kategori Young Scientist Award.

    Proses penjurian dilaksanakan pada 18-19 Agustus 2016 di Milenium Hotel, Jakarta Pusat. “Kami berharap akan terpilih peneliti terbaik dalam bidang kesehatan dan life science di Indonesia,” kata ketua juri RKSA 2016, Prof dr Amin Soebandrio, PhD, SpMK di sela-sela penjurian.

    Terdapat dua kategori penghargaan dalam program RKSA 2016. Pertama, Best Research Award, untuk hasil penelitian terbaik pada bidang penelitian life science dan teknologi kesehatan. Kriteria penilaiannya adalah kualitas penelitian, meliputi orisinalitas, kebaruan, dan manfaat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, pengaruh atau dampak penelitian, hak cipta atau paten, hibah/grant kompetitif yang pernah didapatkan menjadi tolok ukur penilaian.

    Kategori kedua adalah Young Scientist Award. Kategori ini khusus untuk peneliti muda Indonesia yang berprestasi atas kiprahnya dalam melaksanakan berbagai penelitian dalam bidang life science dan teknologi kesehatan. Adapun kriteria penilaiannya, jenis publikasi yang pernah diterbitkan, pengaruh atau dampak penelitian, penghargaan kompetitif sebagai peneliti, dan hibah/grant kompetitif yang pernah didapatkan.

    “Pada penganugerahan tahun ini, karya penelitian yang diterima panitia berjumlah 271. Angka tersebut meningkat dibanding gelaran sebelumnya pada 2014 yang berjumlah 220 karya penelitian,” kata Amin lagi.

    Kesepuluh finalis RKSA 2016 dari kategori Best Research adalah Ritmaleni, Arjon Turnip, Prof Agung Endro Nugroho, Prof Dyah Iswantini Pradono, dr Gunadi, DR dr Ismail Hadisoebroto Dilogo, Josephine Elizabeth Siregar, Dodi Safari, Prof dr Jeanne Adiwinata Pawitan, dan Prof dr H. Djanggan Sargowo. Adapun kelima finalis kategori Young Scientist Award adalah Dr Mega Safithri, Dodi Safari, Sri Fatmawati, Ismiarni Komala, dan Dr rer. Nat. Deni Rahmat.

    Sementara itu, dewan juri RKSA 2016 adalah Prof dr Amin Soebandrio, PhD, SpMK (Direktur Lembaga Biologi Molekul Eijkman), Dr Muhammad Damyati (Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti), Prof Dr Wahono Sumaryono, Apt (Profesor Riset BPPT & Rektor Universitas Pancasila), Prof Dr Yeyet Cahyati Sumirtapura, DEA, Apt (Guru Besar Sekolah Farmasi Indonesia) Institut Teknologi Bandung), Prof Dr Sofia Mubarika MMed.Sc, PhD (Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada), Prof Maggy Thenawidjaja Suhartono, PhD (Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor), dan Prof Dr Yahdiana Harahap, MS, Apt (Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Indonesia). (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.