Menteri Retno Mengecek Kebenaran 1 WNI Terjangkit Zika di Singapura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu Retno LP Marsudi usai sidang tahunan MPR-DPR-DPD RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta Pusat, 16 Agustus 2016. TEMPO/YOHANES PASKALIS

    Menlu Retno LP Marsudi usai sidang tahunan MPR-DPR-DPD RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta Pusat, 16 Agustus 2016. TEMPO/YOHANES PASKALIS

    TEMPO.COJakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi belum dapat memastikan kebenaran informasi adanya seorang warga negara Indonesia di Singapura yang terjangkit virus Zika. Retno mengatakan ia lebih dulu harus mengkonfirmasi secara tepat informasi tersebut kepada otoritas di Singapura.

    Saat ini, 82 orang di Singapura terjangkit virus Zika. Dari angka penderita Zika tersebut, tersiar informasi bahwa seorang di antaranya warga negara Indonesia.

    Namun sampai saat ini Retno mengaku belum menerima konfirmasi terkait dengan kabar tersebut. “Saya akan mengeceknya," kata Retno dalam bahasa Inggris ketika berada di kompleks Dewan Perwakilan Rakyat, Senayan, Rabu, 31 Agustus 2016.

    Retno mengatakan Kementerian Luar Negeri harus cermat mengecek informasi tersebut. Selain itu, kata dia, Kementerian harus mengetahui pula lokasi seorang WNI yang diduga terjangkit virus Zika di Singapura itu serta tempat tinggal di Tanah Air. “Sebelum ada data yang confirmed, saya belum berani,” tuturnya.

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh memastikan tidak ada warga Indonesia di Singapura yang terkena virus Zika. Pernyataan itu disampaikan Subuh karena sampai saat ini Kementerian Kesehatan belum menerima laporan ada WNI di Singapura yang positif terjangkit virus Zika.

    Subuh menilai kejadian penderita virus Zika di Singapura mengalami peningkatan yang cukup cepat melebihi perkiraan. Meski begitu, ia memastikan pemerintah terus berkomunikasi dengan otoritas kesehatan di Singapura. Tujuannya mengawasi penyebaran Zika serta menyiapkan langkah pencegahan.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.