Soekarwo Salatkan Jenazah Istri Bung Tomo di Masjid Al-Akbar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenazah Sulistina Sutomo saat dishalatkan di Masjid Al-Akbar Surabaya,  31 Agustus 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    Jenazah Sulistina Sutomo saat dishalatkan di Masjid Al-Akbar Surabaya, 31 Agustus 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    TEMPO.CO, Surabaya - Ratusan jamaah mensalatkan jenazah istri Bung Tomo, Sulistina Sutomo, di Masjid Al-Akbar Surabaya, Rabu sore, 31 Agustus 2016. Beberapa pejabat yang ikut mensalatkan istri pahlawan nasional itu adalah Gubernur Jawa Timur Soekarwo, jajaran satuan kerja perangkat daerah, serta para veteran perang.

    Jenazah istri Bung Tomo tiba di Masjid Al-Akbar pukul 15.10. Jasadnya diletakkan di peti dengan yang diselimuti bendera Merah Putih. Ketika jenazah tiba, jemaah langsung salat asar dan dilanjutkan dengan salat jenazah.

    Beberapa pejabat, terutama Gubernur Soekarwo, berada di barisan terdepan disusul jemaah lainnya. Setelah disalatkan, jenazah langsung dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Ngagel Rejo. 

    Baca juga: Sulistina Sutomo Dikebumikan di Samping Makam Bung Tomo

    Gubernur Jawa Timur Soekarwo memandang figur Sulistina Sutomo sebagai istri pejuang yang sangat berpengaruh pada masa kemerdekaan. Bahkan dia juga dikenal sebagai seorang pejuang dari Palang Merah Indonesia. "Jadi beliau memang sangat berpengaruh pada masa perjuangan," kata Soekarwo kepada wartawan di lokasi.

    Pakde Karwo—sapaan Soekarwo—mengatakan almarhumah memiliki cita-cita yang masih belum terwujud, yaitu ingin mendirikan museum di Trowulan Mojokerto Taman Perdamaian. 

    Saat ini proses penguburan sedang berlangsung dan beberapa pejabat juga ikut menguburkan. Jenazah Sulistina dimakamkan di samping makam Bung Tomo, tepatnya di samping kanan.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.