Survei Populi Center: Ahok Ungguli Risma & Sandiaga Uno

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri); Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. dok.TEMPO

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri); Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Survei Populi Center merilis hasil survei pada Agustus 2016 terkait tingkat elektabilitas calon gubernur DKI Jakarta dalam Pemilihan Kepala Daerah 2017. Berdasarkan tingkat elektabilitas, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menduduki posisi pertama dengan persentase 46,8 persen diikuti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 16,5 persen dan Sandiaga Uno 7,5 persen.

    Peneliti Populi Center, Nona Evita, mengatakan elektabilitas pengusaha Sandiaga cenderung naik dibandingkan survei April lalu. Ketika itu elektabilitas Sandiaga hanya 1,5 persen berada di posisi ketiga setelah Ahok 50,8 persen dan pengacara Yusril Ihza Mahendra 5 persen. Naiknya elektabilitas Sandiaga belakangan ini, kata Nona, lantaran munculnya relawan pendukung serta deklarasi dukungan dari partai.

    Baca: Survei: Pemilih Ahok Turun, Risma dan Sandiaga Uno Meningkat

    Adapun elektabilitas Yusril Ihza Mahendra dalam survei Populi Center yang digelar pada Agustus 2016 itu mencapai 5,2 persen dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meraup 2 persen. "Elektabilitasnya naik karena dukungan untuk nama-nama tersebut, maupun kegiatan sebelum kampanye untuk mensosialisasikan mereka," kata Nona Evita di Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2016.

    Survei yang digelar Populi Center pada Agustus tersebut dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 400 responden di enam wilayah DKI Jakarta yaitu Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ±4.9persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

    Baca: Jika PDIP Usung Ahok, Begini Ancaman Warga Tanah Merah

    Survei juga merilis adanya penurunan saat Ahok berhadapan head to head dengan Yusril Ihza Mahendra. Dari survei itu tergambar bahwa elektabilitas Ahok turun dibandingkan dengan survei Juni lalu yaitu 61 persen menjadi 56,2 persen ketika berhadapan dnegan Yusril. Meski begitu Ahok masih unggul dibanding Yusril. Yusril pada bulan ini hanya meraih persentase 20 persen sedangkan bulan Juni 29,8 persen.

    Begitu pula saat berhadapan dengan Risma dan Sandiaga. Persentase Ahok melorot meski tetap mengungguli keduanya. Sementara itu, persentase Risma dan Sandiaga meningkat. Juni lalu, Risma meraih 23,8 persen sedangkan bulan ini 36 persen. Sandiaga mendapat 19,2 persen dan naik bulan ini menjadi 22, 5 persen. "Grakan relawan pendukung Risma dan Sandiaga berperan mendongkrak elektabilitas mereka."

    FRISKI RIANA | DEVY ERNIS

    Baca Juga
    TERUNGKAP: Jejak Narkoba Gatot Brajamusti Terendus Sejak 2006
    TERJAWAB: Manajemen Akui Zaskia Gotik yang Minta Dipegang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.