Keracunan Massal, Masyarakat Jangan Makan Kerang Jeneponto  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keracunan makanan. Splashpress1.com

    Ilustrasi keracunan makanan. Splashpress1.com

    TEMPO.CO, Makassar - Wakil Bupati Jeneponto, Mulyadi Mustamu, meminta warga Jeneponto dan daerah lain tidak mengkonsumsi kerang asal Jeneponto. Imbauan itu dikeluarkan setelah terjadi keracunan massal yang diduga diakibatkan oleh kerang laut tersebut.

    "Untuk sementara, kerang si Jeneponto jangan dikonsumsi. Ini bisa berbahaya," kata Mulyadi saat ditemui di Desa Mallasoro, Rabu, 31 Agustus 2016.

    Menurut Mulyadi, pihaknya telah memerintahkan seluruh warga agar tidak menjual kerang-kerang yang diduga beracun itu. Dia juga langsung menginspeksi mendadak ke beberapa pasar-pasar tradisional untuk menghindari penjualan kerang.

    Keracunan massal menimpa dua dusun di Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala. Sebanyak 63 warga dan dua di antaranya tewas setelah memakan kerang tersebut.

    Mulyadi mengatakan kejadian tersebut baru pertama kali terjadi. Selama ini, kata dia, warga tidak pernah mengeluhkan adanya efek dari kerang laut tersebut.

    Di Kecamatan Bangkala, terdapat empat kelurahan dan kecamatan berada di pinggir pantai. Mulyadi mengatakan telah menyiagakan posko darurat kesehatan untuk mengantisipasi potensi keracunan lanjutan. "Mereka siaga untuk mengantisipasi adanya warga yang mengeluhkan keracunan," kata Mulyadi.

    Kepala Puskesmas Bangkala, Jumaris, mengatakan menyiagakan lima mobil ambulans untuk warga. Dia mengatakan, sewaktu-waktu ada warga yang perlu mendapat perawatan medis lanjutan akan dirujuk ke rumah sakit. "Warga yang dirawat berangsur membaik meski sebagian mengaku masih lemah," kata Jumaris.

    ABDUL RAHMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.