Jumlah Titik Panas Menurun, Kualitas Udara Riau Membaik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mengenakan masker dengan latar belakang papan informasi jumlah titik panas atau

    Seorang warga mengenakan masker dengan latar belakang papan informasi jumlah titik panas atau "hotspot" kebakaran lahan dan hutan, di Kota Pekanbaru, Riau, 21 Oktober 2015. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Kualitas udara di Provinsi Riau yang memburuk beberapa hari lalu, menjelang Selasa siang mulai membaik. Hujan yang merata di daerah rawan kebakaran hutan dan pemadaman yang dilakukan secara intensif berhasil memadamkan titik panas.

    "Jumlah hotspot menurun dan sebaran asap di Provinsi Riau dapat diatasi," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam keterangan persnya, Selasa, 30 Agustus 2016.

    Siti menuturkan pemadaman masih dilakukan Manggala Agni bersama TNI, Polri, dan masyarakat di beberapa tempat, seperti di Kabupaten Siak, Dumai, Bengkalis, dan Kampar.

    Baca Juga: BNPB: Asap Riau Mulai Masuk ke Singapura

    Sebanyak 48,7 juta liter air digunakan untuk melakukan water bombing 6.467 sorties di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, dan Kota Pekanbaru pada 28 Agustus 2016. Upaya ini mengerahkan Helikopter Superpuma, Helikopter Puma, Mi-8, Bolcow, Air Tractor (AWU), Air Tractor (NWU). Selain itu, modifikasi cuaca dengan mengerahkan pesawat Cassa 212, F-16 dan Hawk 100. "Total pesawat yang digunakan untuk operasi udara siaga darurat Karhutla Provinsi Riau 2016 ialah sepuluh," ucap Siti.

    Siti berujar, penanggulangan kebakaran hutan kali ini cukup baik karena terjadi penurunan jumlah titik panas secara nasional ketimbang tahun lalu. Berdasarkan pantauan satelit Terra/Aqua (NASA), jumlah titik api pada periode 1 Januari-30 Agustus 2015 mencapai 12.966 titik. Sedangkan tahun ini, di periode yang sama, ada 3.021 titik atau turun 76,7 persen.

    Simak:  Gatot Brajamusti dan Reza Artamevia Positif Konsumsi Narkoba

    "Meski hari ini dilaporkan jumlah hotspot menurun dan sebaran asap berkurang, saya minta semua pihak tetap waspada. Karena, situasi bisa saja berubah sewaktu-waktu," kata Menteri Siti.

    Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan asap kebakaran hutan dan lahan sudah masuk ke wilayah Singapura. Berdasarkan analisis citra satelit Himawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran asap di Riau menyebar ke timur pada Jumat, 26 Agustus 2016, pukul 12.40-14.20 WIB.

    Analisis citra satelit Modis dari NASA juga menunjukkan sebaran asap kebakaran hutan dan lahan yang telah menjangkau wilayah Riau dengan konsentrasi yang tipis. “Kualitas udara di Singapura untuk PM 10 masih tergolong baik (good), sedangkan PM 2,5 sudah tidak sehat (unhealthy),” ujar Sutopo, dalam keterangan tertulis, Jumat lalu.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.