Turis Amerika Ditemukan Tewas di Wakatobi Saat Snorkeling

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 123rf.com

    123rf.com

    TEMPO.CO, Kendari - Turis asal Amerika Serikat tewas saat sedang snorkeling di lokasi wisata Onemobaa Wakatobi Resort, Desa Lamanggau, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

    Peristiwa tersebut terjadi Senin sore, 29 Agustus 2016, sekitar pukul 17.00 Wita. Dari paspornya, turis tersebut diketahui bernama John Earl Reuter, 74 tahun, dari Ohio, Amerika Serikat.

    “Iya, benar, ada turis Amerika yang meninggal kemarin di Tomia,” kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Wakatobi Komisaris Muhadi Walam saat dikonfirmasi, Selasa, 30 Agustus 2016.

    Berdasarkan keterangan kepolisian, korban datang ke Pulau Tomia berlibur bersama istrinya. Senin siang sekitar pukul 11.00 Wita, korban dan istrinya mendarat di Bandara Maronggo, Tomia, menggunakan pesawat dari Bali bersama rombongan turis lain.

    Setelah beristirahat, sekitar pukul 15.30 Wita, korban bersama istrinya menuju pantai yang jaraknya hanya beberapa meter dari resor untuk snorkeling menggunakan alat pribadi. Namun kegiatan yang dilakukan wisatawan tersebut tidak didampingi dive master.

    Pukul 16.00 Wita, korban sudah terlihat mengambang di depan jembatan resor dan langsung ditolong menuju medical room Wakatobi Resort oleh kru kapal yang saat itu sedang berlabuh di jembatan.

    Kemudian sekitar pukul 17.15 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.

    Kondisi korban saat dibawa ke medical room, dari mulutnya keluar busa dan sama sekali tak ada tanda-tanda kekerasan.

    Dari keterangan istrinya, korban pernah mengalami operasi jantung di Amerika Serikat. "Sampai saat ini, korban masih disemayamkan di medical room Wakatobi Resort untuk proses evakuasi ke negara asalnya," ujar Muhadi kepada Tempo.

    ROSNIAWANTY FIKRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.