BBM Naik, Pekerja Seks Sunan Kuning Unjuk Rasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Semarang: Puluhan pekerja seks komersial Sunan Kuning, Semarang, Senin siang (13/11) mendatangi gedung DPRD Jawa Tengah. Kenaikkan harga BBM, tarif listrik dan telepon, kata mereka, membuat tamu sepi dan penghasilan jadi berkurang drastis. Mereka menggelar sejumlah poster, antara lain: Suara PSK Sunan Kuning: BBM, Listrik dan Telepon, Tamu Sepi, Pemerintah Harus Makan Kami, Megawati Tidak Pernah Tahu Nasib Perempuan, Mudur Saja Sekarang Juga. Enok, seorang pekerja seks mengatakan, sejak kenaikan tiga komoditas tersebut kawasan lokalisasi Sunan Kuning jadi sepi dari pria hidung belang. Biasanya, ujarnya, dia bisa melayani tiga hingga empat tamu dalam semalam, kini paling bater hanya seorang tamu saja. Sudah bagus jika ada satu tamu dalam satu malam. Dalam beberapa pekan ini jarang sekali ada tamu dan kami kehilangan penghasilan, tutur wanita hitam manis asal Kabupaten Kendal, Jateng ini. Enok yang sudah menghuni lokakisasi Sunan Kuning selama tiga tahun mengatakan sepinya tamu memang sudah biasa sejak tahun-tahun krisis ini. Namun kenaikkan harga BBM, listrik dan telepon terasa sangat berpengaruh kepada penghasilan mereka setiap pekannya. Padahal, kata dia, selain harus membayar uang kost Rp 15 ribu per bulan, dia juga harus membayar uang keamanan, uang makan dan mengirim uang kepada keluarganya di Kendal. Lha nek ngene iki terus piye nasib keluargaku neng ndeso (Lha kalau begini ini lalu bagaimana nasib keluargaku di desa), kata Enok dalam bahasa Jawa yang medok. Jika bukan-bulan sebelumnya dia bisa mendapatkan uang Rp 400 600 sebulan, kini pendapatannya diperkirakan kurang dari Rp 300 ribu per bulan. Makanya Bu Mega yang saya pilih kok malah nyengsarake (menyengsarakan) pemilihnya, kata Enok ketus. Saat ini lokakisasi Sunan Kuning dihuni sekitar 500 orang pekerja seks. Para penghuni yang tarifnya antara Rp 30 50 ribu sekali main untuk waktu pendek, termuda berumur antara 14 15 tahun. Sementara beberapa diantara mereka ada juga yang sudah berusia di atas 35 tahun. (Ecep S. YasaTempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.