Penggerebekan Kamar Aa Gatot Sempat Dikira Surprise Ultah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aa Gatot Brajamusti. facebook.com

    Aa Gatot Brajamusti. facebook.com

    TEMPO.CO, Mataram - Penggerebekan yang dilakukan Kepolisian di kamar hotel tempat Gatot Brajamusti menginap awalnya sempat disangka kejutan ulang tahun. Sebanyak 20 polisi merangsek dan menangkap Gatot bersama istrinya, Dewi Aminah, Ahad, 28 Agustus 2016, pukul 23.00, di kamar nomor 1100 Hotel Golden, Mataram. Gatot akan berulang tahun ke-54 keesokan harinya, Senin, 29 Agustus 2016.

    Menurut juru bicara Persatuan Artis Film (Parfi), Ozzy S.S, yang saat penggerebekan berada di hotel yang sama, mereka mengira itu kejutan rekan-rekan sesama pengurus Parfi. Apalagi, di hari itu, Gatot baru saja kembali terpilih menjadi Ketua Umum Parfi untuk kedua kalinya. “Ternyata benar polisi. Bukan main-main, surprise. Ada yang membawa (senjata) laras panjang,” katanya kepada Tempo, Senin, 29 Agustus 2016.

    Baca: Reza Artamevia Positif Narkoba, Netizen Sibuk Nasihati

    Ozzy saat itu berada di kamarnya di lantai tujuh.  Ia mengaku langsung menuju kamar Gatot ketika menerima kabar penggerebekan. Namun dia dihalangi oleh polisi saat hendak masuk ke kamar Gatot. Di dalam kamar, kata dia, ada istri Gatot, Dewi Aminah, anaknya, dan keponakannya. Urine mereka langsung diperiksa saat itu juga, lalu dibawa ke Polres Mataram.

    Ozzy dan rekan-rekannya menyesalkan penggerebekan itu. Ia mengatakan banyak kejanggalan. Ia menuding penggerebekan itu hanya rekayasa. “Anehnya, Senin siang tadi, diulang lagi pemeriksaan urinenya,’’ tuturnya.

    Baca: Barang Aa Gatot Disita, dari Vibrator hingga Pistol

    Dalam kongres ke-15 Parfi, Gatot terpilih dengan 464 suara, mengalahkan kandidat lainnya, Andriyega da Silva, yang memperoleh 78 suara. Kongres itu selesai pukul 06.00, Ahad, 28 Agustus 2016.

    Ketua Dewan Pengurus Daerah Parfi Nusa Tenggara Barat Lalu Winengan, Ketua Panitia Kongres Parfi di Mataram, mengaku tidak tahu soal penggerebekan itu. “Ini di luar kongres,” ucapnya. Ia berharap, tidak ada rekayasa dalam penggerebekan tersebut.

    SUPRIYANTHO KHAFID

    Baca Juga

    Mega Restui Risma? Bambang D.H.: Mengapa Bertanya Satu Nama

    Jabatan Ketua PDIP Jakarta Dicopot, Ini Komentar Bambang D.H.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.