Jokowi Lantik Anggota KPU Pengganti Husni Kamil Manik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hasyim Asy'ari, dosen Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. undip.ac.id

    Hasyim Asy'ari, dosen Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. undip.ac.id

    TEMPO.COSemarang - Presiden Joko Widodo hari ini, Senin, 29 Agustus 2016, akan melantik Hasyim Asy'ari sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum. Dosen Fakultas Hukum Universitas Dipenogoro, Semarang, ini menggantikan posisi Husni Kamil Manik yang meninggal pada Juli lalu.

    “Bismillah, saya siap dilantik,” kata Hasyim saat dihubungi Tempo, Senin, 29 Agustus 2016. Rencananya, pelantikan Hasyim dilakukan pada pukul 10.00 di Istana Kepresidenan, Jakarta.

    Pelantikan Hasyim sebagai anggota KPU sempat tertunda. Semula, dia akan dilantik pada Kamis, 25 Agustus, pukul 14.00 WIB. Namun pelantikan tersebut batal karena KPU ada agenda rapat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat.

    Setelah dilantik, Hasyim mengaku akan langsung beradaptasi untuk persiapan agenda-agenda KPU di antaranya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak pada 2017. “Termasuk di dalamnya mematangkan regulasi berupa peraturan KPU,” kata Hasyim.

    Selain itu, Hasyim mengatakan akan segera menjalankan misi bersama komisioner KPU lainnya untuk mengendalikan, mengkoordinasi, dan menyupervisi KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada serentak 2017. "Saya akan segera menyesuaikan dinamika dan ritme kerja KPU," katanya.

    Adapun latar belakang pendidikan Hasyim adalah sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (lulus 1995); magister ilmu politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta (lulus 1998); gelar doktor dari Sosiologi Politik, University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia (lulus 2012). Hasyim juga pernah menjabat Komandan Banser Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah (2014-2018).

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.