Ganja Aceh Diseludupkan ke Makassar, 3 Mahasiswa Terlibat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi narkoba. ANTARA/Rahmad

    Ilustrasi narkoba. ANTARA/Rahmad

    TEMPO.COMakassar - Personel Kepolisian Resor Kota Besar Makassar menggagalkan penyelundupan ganja seberat 4 kilogram. Barang tersebut tiba di Makassar melalui perusahaan jasa pengiriman barang. "Ganja itu berasal dari Aceh," kata Kepala Polrestabes Makassar Komisaris Besar Rusdi Hartono, Sabtu sore, 27 Agustus 2016.

    Polisi menangkap tiga mahasiswa yang diduga sebagai pemakai dan bandar ganja itu. Mereka adalah Andi Oddang, 22 tahun, Andi Rian Kurniawan (22), dan Anugrah (21). 

    Rusdi mengatakan penangkapan tersangka dan barang bukti itu merupakan hasil pengembangan dari informasi yang dikirim Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI. Menurut dia, beberapa hari lalu Bareskrim menyampaikan bahwa ada paket ganja yang telah dikirim ke Makassar dari Aceh. "Informasi itu langsung direspons untuk diselidiki," ujarnya. 

    Kepala Unit Reserse Mobile Pokrestabes Makassar Ajun Komisaris Edy Sabhara menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan pengiriman barang setelah mendengar adanya paket yang masuk ke Makassar. "Kami pastikan alamat tujuan barang itu agar sekaligus dapat menangkap pemiliknya," katanya.

    Barang tersebut dikirim ke alamat Perumahan Manggala Permai, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar. Alamat itu merupakan tempat tinggal Anugrah. 

    Ganja tersebut dikemas dalam kardus susu formula. Untuk menghilangkan bau ganja, turut disertakan beberapa bungkus kopi. 

    Salah seorang tersangka, Oddang, mengatakan ia melakukan transaksi pembelian ganja dari Aceh melalui pesan BlackBerry Messenger. Pengiriman kali ini merupakan yang kedua kali. "Sebelumnya sudah ada kiriman 1 kilogram ganja," ucapnya. 

    Ketiga tersangka memiliki peran masing-masing dalam proses pengiriman barang itu. Oddang bertugas melakukan transaksi pembelian, Rian bertindak sebagai penerima barang, dan alamat rumah Anugrah dijadikan tujuan pengiriman barang. "Ganja tersebut dibeli seharga Rp 4 juta per kilogram," tutur Oddang.

    Rencananya, ganja itu akan dipasarkan di Makassar dan beberapa daerah lain. Edy Sabhara mengatakan pihaknya masih mendalami pengedar ganja lain yang masuk jaringan ketiga tersangka.

    ABDUL RAHMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.