Kenapa Bupati Dedi Barter Sembako dengan Operasional Angkot?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di tengah kesibukan dan kebiasaannya berolah raga sepeda pagi, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, masih berkesempatan melakukan dialog dengan sopir angkot, Senin, 21 Maret 2016. Kecuali menerima berbagai keluhan, Dedi juga menyampaikan rencana kepemilikan angkot buat para sopir angkot. TEMPO/Nanang Sutisna

    Di tengah kesibukan dan kebiasaannya berolah raga sepeda pagi, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, masih berkesempatan melakukan dialog dengan sopir angkot, Senin, 21 Maret 2016. Kecuali menerima berbagai keluhan, Dedi juga menyampaikan rencana kepemilikan angkot buat para sopir angkot. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Purwakarta - Sebanyak 750 sopir angkutan kota di Purwakarta, Jawa Barat, mendapatkan bingkisan sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) dari Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Pemberian itu sebagai kompensasi pemotongan jam operasi seluruh angkot yang jalurnya dipakai buat acara Sampurasun World Ethnic Carnaval 2016 yang akan dihelat Sabtu malam, 27 Agustus 2016.

    Dedi kepada Tempo, pagi ini, mengatakan, akibat kegiatan karnaval budaya dunia tersebut, para sopir angkot kehilangan sebagian penghasilannya. Sebab, mulai jam 16.00 semua jalur operasi mereka akan disterilkan dan ditutup total. Karenanya, ia memberikan konvensasi berupa bingkisan bahan sembako. "Kemarin (Jumat, 26 Agustus 2016), bingkisannya sudah kami bagikan," kata Dedi.

    Sopir angkot trayek 01 Sadang-Pasar Simpang (kebalikannya), Inbar, mengaku bersyukur dan tenang, sebab, meski harus beroperasi delapan jam, dia tak kehilangan setoran. "Jadi, setoran buat juragan terpenuhi, setoran buat orang rumah juga ada sembako," katanya. Bingkisan sembako untuk 750 sopir angkot itu senilai Rp 150 ribu. "Isinya banyak, ada beras, minyak, mie instan, ikan kalengan, kecap dan saus."

    Dedi meminta maaf kepada pengguna jalan yang sangat terganggu karena penutupan jalan mulai 14.00 terkait karnaval tahunan yang kini memasuki perayaan ketiga sekaligus puncak rangkaian pesta Hari Jadi Purwakarta ke-185 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-48 yang digelar sepanjang Juli-Agustus. "Dengan sangat terpaksa, semua arus kendaraan kami alihkan ke jalur alternatif yang sudah disiapkan," tuturnya.

    Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Pos dan Telekomunikasi Kabupaten Purwakarta, Kusnadi, mengatakan, penutupan jalan protokol dimulai dari Jalan Veteran-Sudirman-Singawinata-Martadinata dan Kusumahatmadja. Jalur alternatif yang disiapkan buat menampung seluruh kendaraan yang datang dari arah Bandung, yakni menyusuri Jalan Ahmad Yani-Ibrahim Singadilaga-Taman Pahlawan-Ciwareng-keluar Ciseureu-Sadang.

    Sedangkan arus kendaraan dari arah Jakarta melalui Sadang dialihkan melalui jalur alternatif, yakni Jalan Ipik Gandamanah-Pasawahan-Wanayasa. "Melalui rekayasa lalu-lintas seperti itu dipastikan tidak terjadi kemacetan," ujar Kusnadi. Semua jalur yang untuk perhelatan Karnaval Budaya Dunia baru ditutup mulai 16.00 dan dibuka lagi pada 00.00. Semua angkot mulai dari trayek 01-08 dipastikan tak beroperasi.

    Panitia penyelenggara, Asep Supriatna, mengimbau pengunjung dan pelancong Purwakarta, dan terutama asal Jabodetabek, Banten, Bandung, Priangan, dan Cirebon sudah masuk ke Kota Purwakarta paling lambat 14.00. "Lewat jam itu, dipastikan tidak kebagian tempat parkir," ujarnya. Karnaval ini menyuguhkan produk kesenian dan budaya antara lain dari dari Amerika Serikat, Rusia, dan tuan rumah Indonesia, yang diperkirakan mendatangan puluhan ribu penonton.

    NANANG SUTISNA

    Baca Juga
    Ketika Menteri Basuki Berlagak Jurnalis dan Kecoh Paspampres

    Pembunuhan Polisi: Saksi Bertambah, David dan Sara Tersudut?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.