Sehari Setelah Dikubur, Warga Bengkulu Ini Hidup Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO.COBengkulu - Masyarakat Desa Rindu Kedui, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, dihebohkan dengan kepulangan seorang warganya bernama Hamid pada Jumat, 26 Agustus 2016. Padahal, sehari sebelumnya, warga telah mengubur jenazah Hamid.

    Menurut keluarga, Hamid meninggal dunia di rumah sakit Kota Bengkulu pada Rabu, 24 Agustus. Pihak keluarga sendiri yang mengambil jenazah dari rumah sakit kemudian langsung memakamkannya di TPU Kelurahan Rimbo Kedui, Kamis, 25 Agustus 2016. “Kami pun kaget waktu lihat kakek pulang dalam keadaan sehat, padahal telah dimakamkan," kata keluarga Hamid, Riska Yulia, saat dihubungi, Sabtu, 27 Agustus.

    Riska mengakui selama ini sang kakek telah lama meninggalkan rumah. Kemudian, beberapa hari lalu, mereka mendapat pemberitahuan dari polisi bahwa kakek mereka ditemukan dalam keadaan meninggal di dekat Pos Polisi Simpang Kandis, Kota Bengkulu.

    Atas informasi itu, kemudian pihak keluarga mendatangi RS Fatmawati Kota Bengkulu untuk mengidentifikasi jenazah, yang kemudian mereka akui sebagai Hamid. Setelah dipulangkan ke rumah, jenazah langsung dikebumikan. 

    Kepala Kepolisian Resor Seluma AKBP Raden Tri Wahyu Budiyanto mengatakan telah mendapat informasi tersebut. Hanya, pihak kepolisian belum dapat memastikan identitas orang yang meninggal. “Kemungkinan telah terjadi kesalahan identifikasi oleh pihak rumah sakit. Kemudian pihak keluarga diduga kurang teliti saat melihat jenazah,” ujar Tri Wahyu.

    Tri Wahyu menjelaskan, Hamid selama ini diketahui mengalami gangguan jiwa dan telah lama meninggalkan keluarga, sehingga ciri-ciri yang ada sangat sulit dikenali. “Hamid selama ini sudah lama tidak pulang ke kampung, sehingga keluarga kesulitan mengenal ciri fisiknya. Zaman sekarang mana ada orang bangkit dari kubur,” tutur Tri Wahyu.

    Sedangkan pihak keluarga Hamid saat ini masih melakukan konsultasi ke rumah sakit di Kota Bengkulu untuk memastikan identitas jenazah yang telanjur mereka makamkan.

    PHESI ESTER JULIKAWATI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.