Kebakaran Hutan Sulit Dipadamkan, BNPB: Belum Perlu Bantuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mengamati kebakaran lahan di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru, Riau, 10 Maret 2016. Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan sejak 7 Maret lalu selama tiga bulan ke depan. ANTARA/Wahyudi

    Seorang warga mengamati kebakaran lahan di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru, Riau, 10 Maret 2016. Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan sejak 7 Maret lalu selama tiga bulan ke depan. ANTARA/Wahyudi

    TEMPO.COJakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nogroho menyatakan kebakaran hutan di Riau saat ini masih sulit dipadamkan. Kesulitan itu, di antaranya, karena masih banyak orang yang sengaja membakar hutan untuk membuka lahan. 

    "Kendalanya, pembakar itu sulit ditemukan karena biasanya setelah membakar pelaku kemudian kabur,” ujar Sutopo kepada Tempo, Sabtu, 27 Agustus 2016. “Apalagi lokasi yang terbakar juga hutan dan lahan yang sulit dijangkau.”

    Sutopo menjelaskan, upaya pemadaman kebakaran hutan dilakukan dengan menambah armada helikopter dan pesawat water bombing. Penambahan water bombing tersebut dinilai dapat mempermudah dan mempercepat pemadaman. "Saat api masih kecil, akan kami langsung padamkan, jangan sampai membesar," katanya.

    Pembakaran hutan yang dilakukan petani, kata Sutopo, biasanya untuk membuka lahan kebun yang kemudian ditanami. Hal itu dilakukan lantaran dinilai hemat biaya serta sudah menjadi kebiasaan dalam bertani dan berkebun. "Karena mereka tidak tahu dan alasan ekonomi," tuturnya.

    Kendati demikian, Sutopo menuturkan, pemerintah belum akan meminta bantuan internasional untuk mengatasi kebakaran hutan tersebut. Sebab, masalah ini dianggap masih bisa diatasi sendiri. "Kekuatan kami mencukupi, bahkan kami meyakinkan tahun ini kebakaran hutan tidak akan meluas dan besar seperti 2015.” 

    Meski asap akibat kebakaran di Riau sampai Singapura, Sutopo mengatakan belum ada somasi dari negara terkait. Mengingat sebaran asap tersebut hanya terjadi sesaat. "Kami total dalam mengatasi karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Namun, karena karhutla di sekitar Rokan Hilir bertambah hotspot-nya lalu asapnya dibawa ke arah timur, sehingga sampai ke Singapura," ucapnya.

    Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Riau sejak sebulan terakhir. Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan Riau mengerahkan enam helikopter water bombing untuk memadamkan api serta melakukan teknik modifikasi cuaca hujan buatan. Tidak hanya itu, ribuan personel yang terdiri atas tim gabungan dari TNI, kepolisian, dan Manggala Agni melakukan pemadaman lewat darat.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.