Polda Riau Selidiki Dua Perusahaan yang Diduga Bakar Lahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian dibantu pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar semak belukar di lahan gambut di Desa Kualu, Kampar, Riau, 14 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    Petugas kepolisian dibantu pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar semak belukar di lahan gambut di Desa Kualu, Kampar, Riau, 14 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.COPekanbaru - Kepolisian Daerah Riau menyelidiki keterlibatan dua perusahaan kelapa sawit yang diduga membakar lahan di area konsesinya di Kecamatan Bonai Darusalam, Rokan Hulu. Kedua perusahaan itu adalah PT APSL dan PT BDB. Luas lahan yang terbakar di kedua perusahaan itu mencapai 350 hektare.

    "Sedang kami selidiki," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Komisaris Besar Rivai Sinambela, Jumat, 26 Agustus 2016.

    Rivai mengaku telah memerintahkan Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rokan Hulu secara maksimal. Polda Riau turut menurunkan dua penyidik dari Direktorat Kriminal Khusus untuk membantu penyelidikan lahan konsesi perusahaan itu. 

    Hal itu, kata Rivai, dilakukan agar penyelidikan dapat berjalan baik dan mengantongi cukup bukti. "Kami tidak ingin lagi ada SP3, seperti yang terjadi pada 15 perusahaan sebelumnya, karena tidak cukup bukti," katanya. 

    Baca Juga: Singapura Investigasi 4 Perusahaan yang Diduga Pembakar Hutan

    Setelah penyelidikan tuntas dan memiliki bukti yang kuat, kasus itu akan diambil alih Direktorat Kriminal khusus Polda Riau. "Kami sudah turunkan dua penyidik ke Rokan Hulu."

    Untuk kasus perorangan, sejak Januari hingga pertengahan Agustus 2016, Polda Riau telah menangani 67 perkara kebakaran lahan. Jumlah tersangka mencapai 85 orang. Sebanyak 47 perkara telah diserahkan ke kejaksaan. "Sisanya masih dalam penyidikan," tuturnya.

    Rivai mengaku kepolisian telah berusaha sebaik mungkin menegakkan hukum. Namun dia menyesalkan kebakaran lahan yang masih terus berlanjut.

    Menurut Rivai, tidak tertutup kemungkinan SP3 15 perusahaan pembakar lahan dapat dicabut jika penyidik Polda Riau menemukan bukti baru. "SP3 bukan akhir dari segalanya." 

    Simak:  Kebakaran Lahan, Kapolda Kalimantan Tengah: Siapa pun Akan Saya Tangkap

    Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Riau dalam sebulan terakhir. Titik api muncul di sejumlah wilayah di Riau. Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan Riau mengerahkan enam helikopter water bombing untuk memadamkan api serta melakukan teknik modifikasi cuaca hujan buatan. Tim gabungan dari TNI, kepolisian, dan Manggala Agni memadamkan api melalui darat.

    Kebakaran lahan Riau telah memakan korban jiwa. Anggota Kesatuan Detasemen Artileri Pertahanan Udara Rudal-004 Dumai Prajurit Satu Wahyudi ditemukan tewas saat bertugas memadamkan kebakaran lahan di Desa Pasir putih, Bagan Sinembah, Rokan Hilir. Sebelumnya korban sempat dinyatakan hilang dari rombongan selama sepekan.

    RIYAN NOFITRA

    Baca: Presiden Jokowi: Tindak Tegas Pembakar Hutan
            
    Diskusi RUU Pertembakauan: Duit Rokok Mengalir ke Parlemen  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.