Kesehatan Calon Haji Asal Jawa Tengah dan DIY Berisiko Tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi calon jamaah haji. Antara

    Ilustrasi calon jamaah haji. Antara

    TEMPO.CO, Boyolali - Kondisi kesehatan sebagian besar calon haji asal Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berisiko tinggi. Dari 15.452 calon haji yang sudah masuk Embarkasi Solo, Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, hingga Jumat siang, 26 Agustus 2016, 10.473 di antaranya berisiko tinggi.

    Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Kesehatan di Bidang Kesehatan Haji Embarkasi Solo mencatat, total calon haji yang dirujuk ke rumah sakit sejak 9 Agustus lalu sebanyak 143. Yang sempat menjalani rawat inap sebanyak 64 orang, sementara yang tertunda keberangkatannya karena sakit ada sembilan orang.

    Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Semarang Priagung Abdi Bawono mengatakan untuk mengenali calon haji berisiko tinggi itu, pihaknya membagikan gelang penanda dengan tiga warna. Gelang merah untuk usia di atas 60 tahun dengan penyakit tertentu, kuning untuk usia di bawah 60 tahun dengan penyakit tertentu, dan hijau untuk usia di atas 60 tahun tanpa penyakit. “Persentase tiga kategori itu hampir sama, rata-rata sekitar 30 persen (dari 10.473 calon haji yang mendapat gelang),” ucap Priagung, Jumat, 26 Agustus 2016.

    Mayoritas penyakit yang diderita para calon haji asal Indonesia hampir sama dari tahun ke tahun. “Yaitu hipertensi, diabetes militus, dan penyakit jantung,” ujar Ketua Bidang Embarkasi SOC Solo itu saat mendampingi anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat yang meninjau Asrama Haji Donohudan.

    Sebelum menuju Asrama Haji Donohudan Kabupaten, semua calon haji melalui dua tahap pemeriksaan kesehatan di tingkat daerah, yaitu di puskesmas dan rumah sakit umum daerah. Meski begitu, masih banyak calon haji yang kondisi kesehatannya masih dinyatakan kurang baik setiba di Asrama Haji Donohudan. Petugas Bidang Kesehatan Embarkasi Solo harus memeriksa ulang secara menyeluruh sebelum memutuskan calon haji bisa langsung berangkat ke Arab Saudi atau ditunda karena perlu dirawat. “Kami berharap, pada masa yang akan datang, ada peningkatan pelayanan kesehatan di daerah,” tutur Priagung.

    Kepala Subbagian Penerangan, Humas, dan Protokoler PPIH Embarkasi Solo Agus Widakdo mengatakan, hingga Jumat ini pukul 13.00, ada empat calon haji yang masih menjalani perawatan medis, yakni 1 orang dari kelompok terbang (kloter) 38 asal Kabupaten Rembang, 1 orang dari kloter 39 asal Kabupaten Blora, dan 2 orang dari kloter 43 asal Kota Semarang.

    Ditemui di ruang kesehatan Asrama Haji Donohudan, calon haji asal Rembang, Sarbani, 78 tahun, tampak kesulitan berbicara. “Mata saya tidak bisa melihat dengan jelas. Masih kabur rasanya,” kata Sarbani, calon haji asal kloter 38 yang sempat dirujuk ke RSUD dr Moewardi pada Rabu lalu dan diantarkan kembali ke Asrama Haji Donohudan pada Jumat pagi. Lantaran kondisi kesehatannya belum memungkinkan, keberangkatan Sarbani terpaksa ditunda.

    DINDA LEO LISTY



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.