Kapolri: Tim Penyelidikan 177 Calon Haji Tak Hanya ke Filipina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, berfoto bersama jamaah seusai membagikan 1.000 Alquran kepada jamaah masjid Tambaklorok, Semarang, 5 Agustus 2016. Pada kesempatan itu Kapolri mengungkapkan keberhasilan Densus 88 menangkap 6 terduga Teroris jaringan Bahrun Naim di Batam Kepulauan Riau. Budi Purwanto

    Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, berfoto bersama jamaah seusai membagikan 1.000 Alquran kepada jamaah masjid Tambaklorok, Semarang, 5 Agustus 2016. Pada kesempatan itu Kapolri mengungkapkan keberhasilan Densus 88 menangkap 6 terduga Teroris jaringan Bahrun Naim di Batam Kepulauan Riau. Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan keberangkatan utusan Badan Reserse Kriminal Polri ke Filipina untuk menelusuri dugaan pemalsuan identitas dan penipuan terhadap 177 calon haji warga negara Indonesia. Para WNI tersebut ditahan Imigrasi Filipina pada pekan lalu karena mencoba berangkat ke Mekah dengan paspor Filipina.

    "Kalau pemulangannya, tanya Kementerian Luar Negeri. Di Polri, kami memeriksa kemungkinan adanya tindak pidana," ucap Tito di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Jumat, 26 Agustus 2016.

    Selain ke Filipina, Tito mengaku menugaskan satuannya ke beberapa tempat lain untuk menyelidiki informasi yang masih terkait dengan dugaan penipuan pemberangkatan haji. "(Ada) ke tempat lain yang tak perlu saya sebutkan untuk keperluan penyidikan," ujar Tito.

    Tito menolak menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap delapan biro perjalanan yang diindikasi mengurus pemberangkatan 177 WNI tersebut. "Saya tak akan sampaikan. Ini teknis. Ini strategi penyidikan," tutur Tito.

    Menurut Tito, hasil pemeriksaan akan dipublikasi saat hasilnya sudah jelas.

    Inspektur Jenderal Kementerian Agama M. Jasin, Selasa lalu, menolak menyebut nama delapan biro tersebut. "Biar penegak hukum masuk dulu, menyelidiki, baru mengumumkan nama-nama itu," ujar Jasin di gedung Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Pejambon, Jakarta.

    YOHANES PASKALIS 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.