Calon Haji Paspor Filipina dan Misteri 10 Hari Mencurigakan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi calon jamaah haji. Antara

    Ilustrasi calon jamaah haji. Antara

    TEMPO.CO, Pasuruan - Syaiful Anam, anak salah seorang dari 12 jemaah haji asal Indonesia yang ditahan otoritas imigrasi Filipina, mengaku curiga dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arafah yang dipimpin Nurul Huda. Sebab, pada Mei 2016, ibunya dibawa selama sepuluh hari.

    "Ternyata selama sepuluh hari itu dibawa ke Filipina untuk mengurus administrasi haji di sana," katanya saat bertemu dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf di Balai Desa Bulukandang, Prigen, Pasuruan, Kamis, 25 Agustus 2016.

    Selama sepuluh hari itu, dia melanjutkan, ibunya tidak bercerita kepada anak-anaknya kalau singgah di Filipina. "Kalau tahu ibu saya diberangkatkan dari Filipina, kami sekeluarga tidak akan mendaftar," katanya. Dia bersama kakaknya tertarik mendaftarkan ibunya ke KBIH dengan alasan umur orang tuanya.

    Baca:
    Calon Haji Berpaspor Filipina, KBIH: Saya Akan Tanggung Jawab
    Kasus 177 Calon Haji, Pemilik KBIH Arafah Mengaku Korban

    Syaiful mengatakan untuk mendaftarkan ibunya naik haji ke KBIH Arafah, dia bersama saudara-saudaranya harus patungan mengeluarkan uang Rp 145 juta. "Kami susah payah mendaftarkan ibu karena salah satu kakak saya tahun ini bakal naik haji. Masak anaknya naik haji, ibunya belum," katanya.

    Kepergian sepuluh hari ibunya ke Filipina baru diketahui keluarga setelah mendapat penjelasan dari pihak KBIH. Itu pun setelah ramainya pemberitaan 177 WNI asal Indonesia ditahan otoritas Filipina. "Paspor baru diberikan di Jakarta sehari sebelum keberangkatan," kata Nurul Huda, pemimpin KBIH Arafah.

    Adapun Huda dalam penjelasannya di hadapan Gus Ipul, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, dan sejumlah perwakilan keluarga jemaah, mengaku sebagai korban dari sebuah travel perjalanan haji dan umroh asal Jakarta, Travel Ramanah. "Semua yang mengurus Travel Ramanah," katanya.

    KBIH Arafah adalah satu dari tujuh biro perjalanan yang diduga terlibat dalam keberangkatan 177 calon haji dari Filipina. Mereka memberangkatkan sepuluh jemaah asal Pasuruan dan dua jemaah asal Sidoarjo. Mereka diberangkatkan pada 16 Agustus 2016 melalui rute Surabaya-Jakarta-Kuala Lumpur-Manila.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.