Testimoni Freddy Budiman, BNN Akan Periksa Rohaniwan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kalapas Nusakambangan Liberti Sitinjak bersama Kabag Humas BNN Slamet Riyadi usai pemeriksaan terkait peredaran narkoba di Nusakambagan, 8 Agustus 2016. Tempo/Azis

    Mantan Kalapas Nusakambangan Liberti Sitinjak bersama Kabag Humas BNN Slamet Riyadi usai pemeriksaan terkait peredaran narkoba di Nusakambagan, 8 Agustus 2016. Tempo/Azis

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Narkotika Nasional, Komisaris Besar Slamet Pribadi, meminta masyarakat bersabar menunggu hasil pemeriksaan BNN terkait dengan pengakuan terpidana mati Freddy Budiman. Hingga saat ini, kata dia, BNN telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pihak.

    "Kami masih menunggu perkembangannya. Satgas sudah terbentuk dan kasus masih dalam tahap pemeriksaan," ucap Slamet di BNN, Jakarta, Kamis, 25 Agustus 2016.

    Slamet berujar, lembaganya telah memeriksa mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan Liberty Sitinjak dan pegawai-pegawai LP. Rencananya, BNN akan memeriksa rohaniwan dan pendamping Freddy. "Mungkin Minggu depan," tuturnya.

    Baca: Tim Pencari Fakta: Video Freddy Budiman Diserahkan Hari Ini

    Kesaksian mereka, menurut Slamet, dibutuhkan untuk mengetahui kebenaran aliran dana yang disebutkan Freddy Budiman kepada Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) Haris Azhar. Dalam pengakuannya, Freddy menyetor dana Rp 450 miliar kepada anggota BNN dan Rp 90 miliar ke anggota Markas Besar Polri.

    Pemanggilan rohaniwan dan pendamping Freddy, kata Slamet, juga untuk mengetahui kabar pencopotan kamera pengintai (CCTV) di LP. "Katanya ada pencopotan CCTV di Nusakambangan. Sejauh ini, tidak ada pencopotan," ucapnya.

    Baca: Dorong Ungkap Pengakuan Freddy, Haris Azhar Temui DPD RI

    Adapun Haris sendiri telah menyatakan siap bekerja sama dengan BNN untuk mengungkap keterlibatan aparat penegak hukum dalam bisnis narkotik yang dijalankan Freddy. Tim gabungan pencari fakta pun tengah mendalami cerita Freddy tersebut.

    ARKHELAUS W.

    Baca Juga:
    PDIP Berhitung, Ahok Lebih Pas Jadi Calon Wagub Jakarta 
    Ini Aliran Uang Rp 60 Miliar ke Rekening Gubernur Nur Alam



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.