Ini Modus Operasi Penyelundupan Narkoba Jaringan Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gelar perkara Bandar Narkoba, Pengedar Narkoba, Narkoba, Sabu. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi gelar perkara Bandar Narkoba, Pengedar Narkoba, Narkoba, Sabu. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Narkotika Nasional menangkap lima orang yang diduga pelaku penyelundupan narkotik jaringan Malaysia. Deputi Pemberantasan Inspektur Jenderal Arman Depari menjelaskan, modus operandinya adalah membawa narkoba melalui pulau-pulau kecil di perbatasan melalui Pulau Tanjung Batu menuju Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

    Menurut Arman, pelaku berencana mengirim barang haram itu ke beberapa daerah, seperti Batam, Jakarta, Bali, dan Makassar. "Targetnya, Makasar akan dijadikan gudang untuk distribusi Indonesia bagian timur," kata Arman di BNN, Jakarta, Kamis, 25 Agustus 2016.

    Pada 4 Agustus 2016, BNN menggagalkan penyelundupan 73 kilogram sabu-sabu dan 24 kilogram ekstasi. Tiga pelaku dalam kasus itu ditangkap di Tanjung Pinang. Modus yang mereka pakai adalah mengemas narkoba dalam empat ban. Satu pelaku tewas setelah melompat dari lantai tiga bangunan ketika mencoba kabur.

    Pada 2 Agustus 2016, BNN menangkap tiga tersangka yang menyelundupkan 2,5 kilogram sabu-sabu dan 24 ribu ekstasi yang dimasukkan ke dalam spakbor ban truk. Ketiganya ditangkap di Tulang Bawang, Lampung. Arman menganggap modus ini bukan modus baru. "Dua mobil ini yang digunakan untuk menyembunyikan narkoba dan akan dikirim ke beberapa daerah di Indonesia," tuturnya.

    Arman memastikan penangkapan pelaku dalam dua kasus ini terlibat jaringan internasional karena sumbernya berasal dari luar negeri. "Yang ditangkap WNI, tapi kaitannya dengan orang yang masuk DPO yang berada di luar negeri, seperti Malaysia dan Cina," katanya. Tim masih bekerja di lapangan untuk memutus jaringan pengungkapan dua kasus ini.

    ARKHELAUS W.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.