Pelajar Pemesan Ganja Melalui Internet Dibekuk

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badan Narkotika Nasional akan menelusuri perdaran marijuana di kalangan pelajar.

    Badan Narkotika Nasional akan menelusuri perdaran marijuana di kalangan pelajar.

    INFO NASIONAL - Bea Cukai Halim mengamankan 258 gram narkotika golongan I jenis ganja/marijuana (Cannabis Sativa) asal Amerika Serikat dengan berbagai merek jual milik AMM (31) dan JAY (20). Barang haram itu dipesan seorang pelajar di Jakarta berinisial FS (16) melalui internet  dan dikirim melalui jasa pengiriman paket.

    "Pengungkapan pengiriman ganja yang terjadi pada 18 Agustus 2016 lalu berawal dari kecurigaan petugas terhadap satu paket pengiriman mainan anak “LEGO” yang diangkut oleh pesawat cargo My Indo Airlines dari Singapura," ujar Kepala Kantor Bea Cukai Halim Chairul Saleh pada konferensi pers, Rabu, 24 Agustus 2016.

    Chaerul mengatakan atas kecurigaan tersebut, tim narkotik Bea Cukai melakukan pemeriksaan menggunakan mesin X-ray dan melakukan pemeriksaan fisik barang dengan disaksikan oleh kuasa barang. Dari pemeriksaan itu ditemukan delapan kemasan plastik berisi dedaunan yang disembunyikan di dasar kotak, dan lima kemasan plastik berisi dedaunan disisipkan di antara Lego. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, diketahui barang tersebut merupakan bagian tanaman genus cannabis yang dikeringkan.

    Tim narkotik Bea Cukai dibantu Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI AU, dan Kepolisian Resort Jakarta Timur melakukan pengembangan dan berhasil menangkap penerima dan pemilik barang di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan. Saat diperiksa, FS membuat pengakuan bahwa ganja itu akan diedarkan lagi di kalangan pelajar di Jakarta.

    Tersangka dan barang bukti diserahkan kepada Penyidik BNN untuk pengembangan lebih lanjut. Kepala Bagian Humas BNN Komisaris Besar Polisi Slamet Pribadi berjanji akan menangani perkara ini sesuai hukum dan aturan yang berlaku. “BNN juga akan melakukan penelusuran terhadap adanya fakta bahwa marijuana bisa diedarkan di kalangan pelajar,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.