TNI AL Temukan Kapal Tanker Vier Harmoni Milik Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • dok. TEMPO/Panca Syurkani

    dok. TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasukan TNI Angkatan Laut, melalui tim Western Fleet Quick Respons (WFQR) Pangkalan Utama AL di Tanjung Pinang, berhasil menangkap kapal tanker Vier Harmoni di perairan Pulau Dato, Kalimantan Barat. Tanker pengangkut 900 ribu liter solar berbendera Malaysia itu sempat hilang di perairan Johor dan sempat terindikasi dilarikan ke wilayah Batam.

    “Kapal itu dikawal menuju pelabuhan Tanjung Pinang untuk diselidiki lebih lanjut,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Edi Sucipto lewat keterangan pers, Kamis, 25 Agustus 2016.

    Menurut Edi, pencarian Vier Harmoni dimulai tak lama setelah adanya laporan bahwa tanker dilarikan ke perairan sekitar Batam. Saat dinyatakan hilang pada 17 Agustus, otoritas laut Malaysia sempat menduga kapal itu dibajak. Namun dugaan itu dipatahkan. “Saat itu Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi menginstruksikan pencarian sesegera mungkin.”

    Menindaklanjuti instruksi, tim WFQR Pangkalan TNI AL Tanjung Pinang segera bergerak  mengerahkan sejumlah kapal milik Indonesia, didukung helikopter dan pesawat intai maritim. “Diperkirakan Vier Harmoni akan tiba pada Kamis siang ini,” ucap Edi.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, sempat menyampaikan Vier Harmoni tidak terkait dengan pembajakan, tapi lebih ke konflik internal antara manajemen dan para anak buah kapal (ABK).

    "Jadi itu merupakan konflik internal antara manajemen kapal dan anak buah kapalnya," tutur Arrmanatha di kompleks Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta, 18 Agustus 2016.

    Kemlu saat itu tak mencatat adanya keterlibatan warga negara Indonesia dalam peristiwa ini. Namun, dia menegaskan, pemerintah belum hendak campur tangan.

    "Ini kan persoalan pemilik kapal dengan para ABK, bukan antara Indonesia dan Malaysia, jadi penanganannya oleh perusahaan tersebut," ujarnya.

    Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) adalah pihak pertama yang yakin kalau tanker tersebut dibawa ke Batam oleh kapal kecil bertenaga tinggi milik pembajak. Koordinator MMEA wilayah selatan, Laksamana Pertama Adon Shalan, mengatakan tanker dibawa kapal pembajak yang dikenal sebagai "kapal hantu". Pergerakan kapal hantu tersebut, menurut dia, bukan hal baru, khusunya di sepanjang rute perdagangan.

    "Dalam beberapa minggu terakhir, orang-orang kami yang berpatroli di perairan ini telah memperhatikan kapal-kapal kecil, yang kami percaya bisa mengumpulkan informasi mengenai lokasi kapal dagang yang ingin mereka rampok," ujar Shalan pada 17 Agustus 2016.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.