Megawati Minta Basarnas Jadi Badan Penanggulangan Bencana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan seusai menerima penghargaan lencana Tunas Kencana dari Kwarnas Pramuka saat Penutupan Jambore Nasional X di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 20 Agustus 2016. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan seusai menerima penghargaan lencana Tunas Kencana dari Kwarnas Pramuka saat Penutupan Jambore Nasional X di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 20 Agustus 2016. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri bakal mengusulkan pengubahan nama Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas). Alasannya, karena ada istilah pencarian dan pertolongan yang ditulis dalam bahasa Inggris.

    "Nanti saya mau ngomong sama Pak Jokowi, kenapa memakai istilah bahasa Inggris, SAR?" kata Megawati di kantor Basarnas pada Rabu, 24 Agustus 2016. Dia berkehendak agar nama itu diganti menjadi Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

    Megawati mengatakan, dulu ia yang meresmikan Basarnas sebagai badan penanggulangan bencana dan pertolongan korban. Saat itu, ia masih menjabat sebagai Wakil Presiden pada 2000. Waktu itu, lembaga yang ia buat tersebut masih berada di bawah kementerian terkait.

    Dia juga mengusulkan agar nantinya Basarnas berada di bawah kewenangan presiden. Hal ini untuk menghindari adanya ego sektoral di masing-masing lembaga. Sehingga, saat terjadi bencana, semua lembaga bergotong-royong untuk mengoptimalkan pertolongan pada korban.

    "Kalau masih terus ego sektoral, akan banyak jatuh korban," ujar dia. Dia juga ingin meningkatkan reaksi pelayanan Basarnas untuk menolong korban. Saat ini, kata dia, waktu yang dibutuhkan Basarnas untuk sampai di lokasi bencana biasanya 30 menit.

    Megawati menginginkan tim reaksi cepat harus lebih cepat lagi untuk menolong korban. Dia menyarankan agar Basarnas membangkitkan peranan masyarakat dan meningkatkan insting penanggulangan bencana. Presiden kelima itu mencontohkan dengan insting hewan sesaat sebelum bencana tsunami di Aceh pada 2004.

    "Saya datang ke sana di hari ketiga setelah kejadian, saya melihat semua hewan bisa selamat karena terlebih dulu lari di atas ketinggian," ucap dia. Dia menyarankan agar Basarnas membekali masyarakat pengenalan tanda-tanda bencana. Hal ini untuk membangkitkan naluri insting manusia.

    Hari ini, Megawati mengunjungi Basarnas dan kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia ingin meningkatkan peranan kader PDIP untuk sigap dan tanggap bencana. Nantinya para kader PDIP akan diberi pembekalan untuk menjadi relawan penanggulangan bencana.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.