Kronologi Turis Inggris Bunuh Polisi Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menggiring warga negara Inggris (tengah) di Mapolresta Denpasar, 19 Agustus 2016. Anggota Polri Wayan Sudarsa didiga dibunung di Pantai Legian pada 17 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    Polisi menggiring warga negara Inggris (tengah) di Mapolresta Denpasar, 19 Agustus 2016. Anggota Polri Wayan Sudarsa didiga dibunung di Pantai Legian pada 17 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Denpasar - Kuasa hukum David James Taylor, Haposan Sihombing, menjelaskan keterangan kliennya yang diperiksa polisi pada Senin, 22 Agustus 2016. Di sana, warga negara Inggris itu mengakui dugaan terlibat pembunuhan polisi Aipda Wayan Sudarsa. Hingga hari ini, 23 Agustus 2016, David dan Sara masih ditahan di Kepolisian Resor Denpasar untuk diperiksa intensif.

    Cerita ini bermula pada Rabu dinihari, 17 Agustus 2016. Sara Connor, pacar David, sedang mencari tasnya yang hilang di Pantai Kuta. Saat itu, David dan Sara sedang berpacaran di tepi Pantai Kuta. Sara adalah warga negara Australia.

    Mereka bertanya kepada seseorang soal tas itu. Pria yang ditanya lalu menjawab bahwa dia polisi. Belakangan diketahui pria itu adalah Aipda Wayan Sudarsa. "Polisi itu mendorong (David)," kata Haposan di Mapolresta Denpasar, Selasa, 23 Agustus 2016. "Setelah didorong, terjatuh, ditindih. Saat ditindih dicoba dilerai oleh Sara."

    Saat itu, David melihat ada teropong di tubuh Sudarsa. Ia menggunakan teropong itu untuk memukul Sudarsa. David sekali lagi menanyakan tas milik Sara. Haposan menuturkan, saat itu Sudarsa menunjuk ke satu tempat di sekitar lokasi keributan.

    "Kemudian (David) berdiri, tahu-tahu orang itu (Sudarsa) menarik kakinya hingga terjatuh. Di situlah tangannya (David) menyentuh satu benda yang tajam, kemudian dipukulkan kepada korban," ujarnya.

    Selanjutnya, kata Haposan, kliennya itu melihat ada telepon seluler, lalu digunakan untuk memukul korban. Tak berhenti di situ, di sekitar David terdapat botol bir ukuran besar. "Terus dipukul bagian kepala belakang yang mengakibatkan korban (Sudarsa) saat itu tidak melawan lagi," katanya.

    Setelah mengetahui Sudarsa sudah tidak berdaya, David berusaha untuk mencari lagi tas pacarnya yang hilang. Saat mencari tas itu, tutur Haposan, David kembali menenteng dua botol bir. "Tujuannya untuk berjaga-jaga memastikan kondisi korban. Dia coba balikkan ternyata sudah tidak ada gerakan lagi," katan Haposan.

    David lalu kembali ke Sara dan memberitahukan tas tersebut gagal ditemukan. Ia mengajaknya pulang ke penginapan. "Besoknya (Kamis, 18 Agustus) mereka pindah (penginapan) ke Jimbaran."

    Haposan menjelaskan pada Jumat, 19 Agustus, kira-kira pukul 09.00 WIT, Sara menerima telepon dari Almo, temannya di Australia. Almo mengatakan Sara dan David terjerat masalah di Bali, yakni pembunuhan polisi.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.