BNPB : Enam Provinsi Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui udara (water bombing) di Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, 11 Agsutsu 2016. Jauhnya sumber air dan kencangnya angin membuat petugas kewalahan memadamkan api yang membakar lahan tersebut. ANTARA FOTO

    Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui udara (water bombing) di Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, 11 Agsutsu 2016. Jauhnya sumber air dan kencangnya angin membuat petugas kewalahan memadamkan api yang membakar lahan tersebut. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta -Enam provinsi menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan. Provinsi-provinsi itu adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. "Agustus dan September 2016 adalah periode puncak kemarau."  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan melalui  rilis yang dikeluarkan pada Selasa 23 Agustus 2016,

    Riau menetapkan siaga darurat kebakaran pada awal Maret – 30 November 2016. Jambi siaga darurat kebakaran pada 27 Juli– 14 Oktober 2016. Sumatera Selatan 7 Maret– 30 November 2016, Kalimantan Barat 1 Juni – 1 September 2016, Kalimantan Tengah 11 Juli – 8 Oktober 2016, dan Kalimantan Selatan 15 Agustus– 15 November 2016. Sebelumnya, Kalimantan Barat telah menyiapkan perpanjangan masa siaga darurat hingga November 2016.

    Biasanya September juga merupakan puncak dari jumlah titik api atau puncak panas kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. BNPB menyatakan bahwa status siaga darurat itu memudahkan akses bagi BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggerakkan potensi sumber daya. BNPB mengerahkan delapan helikopter water bombing, dua pesawat water bombing dan dua pesawat hujan buatan.

    Di Riau ditempatkan tiga heli water bombing, dua pesawat water bombing dan satu pesawat Cassa untuk hujan buatan. Total, 21,7 juta liter air yang dijatuhkan heli dan pesawat water bombing untuk memadamkan kebakaran di Riau sejak awal April lalu. Sedangkan untuk hujan buatan telah ditaburkan 40 ton garam (NaCl) ke awan-awan potensial hujan dari pesawat Cassa.

    Hingga saat ini 2.937 hektar hutan dan lahan terbakar di Riau telah berhasil dipadamkan oleh tim satgas darat. Sebanyak 64 kejadian perkara dengan 79 orang tersangka ditangani oleh satgas penegakan hukum pada 2016.

    Di Sumatera Selatan, BNPB menempatkan dua heli water bombing dan satu pesawat hujan buatan. Di Kalimantan Tengah ditempatkan dua pesawat heli water bombing, dan di Kalimantan Barat ditempatkan satu heli water bombing. BNPB sedang mempersiapkan pengiriman satu heli water bombing dan satu pesawat hujan buatan untuk dioperasikan di Kalimantan Barat.

    Penetapan status siaga darurat oleh enam provinsi ini lebih baik jika dibandingkan sebelumnya. Pada tahun 2015, beberapa daerah mengalami keterlambatan penetapan status darurat kebakaran sehingga penanganan menjadi tidak optimal. Api sudah terlanjur besar dan meluas sehingga sulit dipadamkan.


    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.