Diduga Bunuh Guru, Preman Terminal Cicaheum Ditangkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Budi Yanto

    TEMPO/Budi Yanto

    TEMPO.CO, Bandung - Tim Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Kiaracondong menangkap dua pria yang diduga menganiaya seorang guru hingga tewas. Kedua pria tersebut dibekuk saat sedang mabuk. "Sampai saat ini mereka masih dalam keadaan mabuk, bahkan mereka lupa kejadian kemarin," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kiaracondong Inspektur Satu Yudik Widiosasongko, Selasa, 23 Agustus 2016.

    Korban adalah Tatang Wiganda, guru pendidikan jasmani di Sekolah Menengah Atas Yayasan Atikan Sunda. Kemarin petang dia terlibat keributan dengan sekelompok pemuda di kawasan Terminal Cicaheum. Saat itu, Tatang baru selesai mengajar dan hendak pulang. Dia tewas dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya.

    Yudik mengatakan jumlah pelaku lebih dari dua orang. "Tapi yang ditangkap baru dua," katanya. Mereka dibekuk tak lama setelah pengeroyokan itu. Keduanya dikenal sebagai preman yang sering berkeliaran di wilayah Terminal Cicaheum. "Mereka dianggap meresahkan masyarakat karena sering memalak pedagang di sekitar terminal."

    Polisi masih menyelidiki motif pengeroyokan terhadap Tatang itu. Namun, diduga kejadian tersebut berawal dari sepeda motor yang dikendarai korban tidak sengaja menyenggol salah satu pelaku.

    Menurut Yudik, saat korban dikeroyok, situasi di sekitar terminal sedang ramai. "Saya heran gak ada orang yang menolong korban, padahal sedang ramai," ujarnya. Tatang meninggal akibat kehabisan darah karena luka tusuk di tubuhnya.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.