17 Korban Kapal Tenggelam di Tanjung Pinang Ditemukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • remacle.org

    remacle.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tim SAR telah menghentikan pencarian korban tenggelamnya kapal penyeberangan pompong dari Tanjung Pinang ke Pulau Penyengat. Pencarian tersebut dihentikan karena 17 penumpang kapal itu sudah ditemukan.

    "Semua penumpang dan pengemudi kapal pompong yang menyeberang dari Tanjung Pinang ke Penyengat telah ditemukan. Sebanyak 15 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dua sisanya selamat," ucap Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Senin, 22 Agustus 2016.

    Menurut Sutopo, 15 penumpang yang tewas terdiri atas sembilan penumpang perempuan dan enam penumpang laki-laki. Sembilan penumpang perempuan diketahui bernama Wiwid Sugiarti, 30 tahun, Estisusilowati (23), Saniati (45), Fitara Ningrum (10), Yurdaningsih (50), Umi Kulsum (15), Rahmiyana (27), Mar'atur Sani Syah Rhomadho (25), dan Trisna Anggun Damayanti (24).

    Sedangkan enam penumpang laki-laki yang ditemukan tewas adalah Subagio, 50 tahun, Idrus Rahmad (65), Rahmad (60), Mistaji alias Mustam alias Gopang (40), Muslichudin (31), dan Wawan Agustiawan (25).

    Sementara itu, dua penumpang yang luka-luka adalah Rasti Rina Sasih, 25 tahun, serta Said Ismarullah, 36 tahun.

    Sutopo berujar, dengan telah ditemukannya semua penumpang kapal pompong tersebut, pencarian korban di perairan Tanjung Pinang dihentikan.

    Menurut Sutopo, korban telah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing. "Pengemudi pompong, Said Ismarullah, akan dimintai keterangan oleh petugas terkait dengan musibah tenggelamnya pompong tersebut," tuturnya.

    Minggu lalu, sebuah kapal penyeberangan pompong dari Tanjung Pinang ke Pulau Penyengat tenggelam. Kapal tersebut membawa 17 orang yang terdiri atas 1 pengemudi, 2 penumpang anak-anak, dan 14 penumpang dewasa. Kapal tersebut diduga tenggelam akibat diterpa angin kencang dan gelombang besar di perairan Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.