Gregoria Mariska, Yang Muda Andalan Jabar  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di Asia Junior Championships 2016, Jorji mencetak sejarah untuk tunggal putri Indonesia setelah meraih medali perak dalam kejuaraan tersebut.

    Di Asia Junior Championships 2016, Jorji mencetak sejarah untuk tunggal putri Indonesia setelah meraih medali perak dalam kejuaraan tersebut.

    INFO PON - Jawa Barat menargetkan meraih 3 medali emas dalam cabang olahraga bulutangkis pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Target itu diamanahkan kepada 16 atlet pelatda dan salah seorangnya adalah pemain termuda dalam Tim Uber Indonesia 2016, Gregoria Mariska Tunjung.

    Perempuan kelahiran Wonogiri ini belum genap 17 tahun saat mengikuti Turnamen Thomas dan Uber Cup di Kunshan, Jiangsu, China, 15-22 Mei lalu, mengingatkan pada seniornya, Mia Audina, yang  berusia 16 tahun saat tampil dalam Uber Cup. Debutnya di Uber Cup pun luar biasa. Mariska yang saat itu berada pada ranking ke-106 dunia, mampu menundukkan pebulutangkis Thailand, Nitchaon Jindapol, yang berada pada peringkat ke-25 dunia.

    Mariska berasal dari Klub PB Mutiara Cardinal, Bandung. Gadis yang lebih akrab disapa Jorji ini mulai tertarik bermain bulutangkis saat menonton Taufik Hidayat bertanding di televisi.

    “Saat itu, bapak melihat betapa saya antusias sekali dan bilang kalau saya mau dibelikan raket keesokan harinya. Rasanya senang bukan main. Dari sinilah saya mulai bermain bulutangkis,” kata putri pasangan Gregorius Maryanto dan Fransiska Dwi ini.

    Tapi, bukan Taufik Hidayat yang menjadi idola Jorji, melainkan Ratchanok Intanon, pemain tunggal putri Thailand. Kata Jorji, dia kagum karena Ratchanok masih sangat muda, namun sudah punya prestasi kelas dunia. Seperti impiannya juga.

    Jorji dinilai punya mental bertanding yang hebat. Salah satunya terbukti pada Turnamen Uber Cup 2016 lalu, saat tertinggal dari lawannya 17-20 pada set ketiga, namun berhasil membaliknya dan unggul 22-20.

    Jorji mulai menarik perhatian penggemar bulutangkis saat bertanding di ajang Tangkas Specs Junior Challenge 2013. Saat itu, Jorji  tidak diunggulkan, namun justru mampu meraih medali perak, sebelum dikalahkan pemain muda Indonesia lainnya, Fitriani.

    Begitu pula pada Asia Junior Championships 2016 Juli lalu. Tak dinyana, Jorji mencetak sejarah untuk tunggal putri Indonesia setelah meraih medali perak dalam kejuaraan tersebut. Selama  tujuh tahun terakhir, tak satu medali pun mampu diraih tim tunggal putri Indonesia, sehingga capaian Jorji adalah yang terbaik sejak 2009.

    Jorji  sempat dijuluki “Ratu Sirnas’ karena dalam rangkaian Kejuaran Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) pada 2013 lalu, dia berhasil mengoleksi lima gelar juara, yakni Kejuaran Djarum Sirkuit Nasional Balikpapan, Lampung, Jakarta, Manado, dan Medan.

    Namun di luar latihan-latihannya yang berat di pelatda, maupun pelatnas, Jorji tetaplah gadis biasa yang senang sekali mendengarkan musik. Penyanyi favoritnya adalah Taylor Swift. Jorji menyukai semua lagunya, sampai bingung saat ditanya mana yang paling disuka. Tapi saat Taylor Swift manggung di Jakarta beberapa waktu lalu, Jorji menguburkan keinginannya menonton konsernya.

    “’Harga tiketnya mahal, saya belum punya uangnya,“ kata dia lugu. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.