Siaga Bencana, Jawa Barat Tambah 1.500 Ton Beras Tahun Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Gudang Bulog/Badan Urusan Logistik. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi Gudang Bulog/Badan Urusan Logistik. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan mulai tahun depan akan menambah stok beras untuk bantuan menghadapi bencana alam. “Kami akan punya persediaan beras, stand-by, tahun depan dirancang 1.000 ton sampai 1.500 ton. Di luar jatah nasional yang diberikan pada gubernur,” katanya di Bandung, Senin, 22 Agustus 2016.

    Ahmad Heryawan mengklaim jatah beras cadangan yang diberikan pemerintah pusat pada masing-masing gubernur untuk kebutuhan bencana kurang. “Gubernur Jawa Barat 200 ton, juga gubernur yang penduduknya 1,3 juta orang 200 ton juga. Tidak pas, mestinya lebih proporsional,” katanya.

    Dia sudah meminta pemerintah pusat untuk menghitung pemberian beras cadangan untuk bencana itu proporsional mengikuti jumlah penduduk masing-masing provinsi. Namun, permintaan itu belum direspons sehingga pihaknya harus membeli beras sendiri.

    Beras cadangan untuk bencana dari duit APBD Jawa Barat itu akan dititipkan ke Bulog Jawa Barat. Dia memperkirakan pembelian beras cadangan itu menghabiskan dana Rp 10-15 miliar.

    Kepala Bulog Divisi Regional Jawa Barat Alip Affandi mengatakan Bulog menyanggupi menyimpan cadangan beras daerah itu. “Bisa. Sangat bisa karena stok beras kita di Jawa Barat 300 ribu ton,” tuturnya saat dihubungi Tempo, Senin, 22 Agustus 2016.

    Alip mengatakan perhitungan pembelian beras itu menggunakan harga patokan pemerintah untuk pembelian beras. Taksirannya, untuk seribu ton beras berkisar Rp 8 miliaran. “Untuk mengeluarkannya tinggal pemerintah provinsi meminta dikeluarkan sekian. Kita istilahnya seperti bendahara,” katanya.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.