Lumpur Kotori Pantai Pulau Merah, BLH: Itu Akibat Bikin Dam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua aktivis lingkungan membentangkan poster yang berisi sindiran terhadap blasting perdana PT Bumi Suksesindo di pinggir jalan dekat akses masuk area tambang Tumpang Pitu, Pesanggaran, Banyuwangi, 27 April 2016. TEMPO/DAVID PRIYASIDHARTA

    Dua aktivis lingkungan membentangkan poster yang berisi sindiran terhadap blasting perdana PT Bumi Suksesindo di pinggir jalan dekat akses masuk area tambang Tumpang Pitu, Pesanggaran, Banyuwangi, 27 April 2016. TEMPO/DAVID PRIYASIDHARTA

    TEMPO.CO, Lumajang - Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi Chusnul Khotimah mengatakan lumpur yang mengotori Pantai Pulau Merah berasal dari pengerukan pembukaan pembuatan dam dan bangunan pengendali yang dilakukan PT Bumi Suksesindo di kawasan Tumpang Pitu. Dinas Energi Sumber Daya Alam dan Mineral Propinsi Jawa Timur akan meninjau lokasi pembuatan dam pada Selasa, 23 Agustus 2016.

    "Rencananya, besok kami akan melakukan pemantauan rutin sekaligus memverifikasi soal lumpur," ucap Chusnul saat dihubungi Tempo, Senin siang, 22 Agustus 2016. Menurut dia, Bupati Abdullah Azwar Anas, Badan Lingkungan Hidup, dan Dinas Pertambangan telah meninjau hari ini.

    Chusnul berujar, PT BSI dalam tahap perencanaan persiapan melengkapi sarana dan prasarana, termasuk menyiapkan pembangunan dam pengendali. BSI harus membangun enam dam untuk tambang emas di Tumpang Pitu yang dikelolanya, sebagaimana tercantum dalam dokumen lingkungan. Sejauh ini, baru tiga dam yang selesai dibangun.

    Hasil pengerukan untuk pembuatan dam itu, tutur Chusnul, ditumpuk lalu hanyut terbawa air hujan ke kali terdekat, yaitu Kali Katak. “Muaranya langsung masuk Pantai Pulau Merah."

    Chusnul mengklaim saat ini sedimentasi Kali Katak sudah dikeruk hingga seperti semula. Ia juga menuturkan dam 6 PT BSI untuk penampungan air baku sudah selesai 100 persen, sedangkan dam 5 rampung 90 persen. “Dam 4 masih 50 persen karena memang butuh konstruksi khusus."

    Sebelumnya, PT Bumi Suksesindo menganggap kejadian lumpur yang mengotori Pantai Pulau Merah beberapa minggu terakhir ini sebagai peristiwa alami. "Secara alami, ketika turun hujan, material ataupun lumpur yang berasal dari daerah hulu akan terbawa sampai ke hilir. Hal ini juga terjadi di Tumpang Pitu," kata Senior External Affairs Manager PT Bumi Suksesindo Bambang Wijonarko dalam penjelasan melalui surat elektronik yang diterima Tempo, Sabtu, 20 Agustus 2016.

    Bambang mengaku masih melanjutkan kegiatan konstruksi. “Kami belum beroperasi."

    Ia membantah tudingan luapan lumpur berasal dari Tumpang Pitu, yang menutupi karang di dasar pesisir pantai serta diduga membawa bahan kimia. "Apa indikator dan buktinya? Mohon tidak berspekulasi dan melempar isu yang tidak jelas kebenarannya."

    Namun ia mengakui, kejadian yang menimpa Pantai Pulau Merah memberikan pembelajaran penting kepada PT BSI. "Kami akan terus berupaya lebih baik," ujar Bambang.


    DAVID PRIYASIDHARTA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.