Bawaslu Laporkan Indeks Kerawanan Pemilu kepada Mendagri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kotak suara/ logistik Pemilu Kepala Daerah (Pilkada). TEMPO/Bram Selo Agung

    Ilustrasi kotak suara/ logistik Pemilu Kepala Daerah (Pilkada). TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) baru saja melaporkan pemetaan dini Indeks Kerawanan Pemilu (IKP). "(Pemetaan) Memberikan gambaran daerah mana saja yang perlu mempersiapkan diri ketika pemilu mendatang," ujar Tjahjo di Kementerian Dalam Negeri Jakarta Pusat, Senin, 22 Agustus 2016.

    Ketua Bawaslu Muhammad mengatakan telah selesai memetakan 101 daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 2017. "Kami telah mendeteksi tingkat kerawanannya juga." Bawaslu membagi IKP berdasarkan tiga bagian, yaitu kerawanan tinggi, sedang, dan rendah.

    Pengawasan daerah dengan tingkat kerawanan tinggi akan lebih tinggi dibandingkan daerah dengan kerawanan sedang atau rendah. Daerah yang tingkat kerawanannya tinggi adalah Papua, Papua Barat, Aceh, dan Banten. Pengawasan di empat daerah itu harus paham hukum dan dapat bertindak tegas.

    Menteri mengatakan pemerintah melalui Kemendagri akan meminta bantuan kepolisian dan TNI atau melalui Babinsa untuk ikut serta mengawal pilkada di daerah dengan tingkat kerawanan tinggi. "Karena mereka punya anggota sampai ke desa-desa."

    Menurut Menteri, pemerintah telah memetakan daerah berdasarkan cerminan pilkada 2015. Diharapkan, pilkada 2017 dapat dilaksanakan aman, lancar sesuai makna pesta demokrasi.

    ODELIA SINAGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.