Pilkada Banten, Atut Restui Andika Dampingi Wahidin Halim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Atut Chosiyah (kanan) bersama Akil Mochtar (kiri) sebelum bersaksi dalam sidang terdakwa Susi Tur Andayani di Pengadilan Tipikor, Jakarta (24/4). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ratu Atut Chosiyah (kanan) bersama Akil Mochtar (kiri) sebelum bersaksi dalam sidang terdakwa Susi Tur Andayani di Pengadilan Tipikor, Jakarta (24/4). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Tangerang - Mantan Gubernur Banten Atut Chosiyah merestui anak sulungnya Andika Hazrumy untuk bertarung dalam pemilihan kepala faerah (pilkada) Banten 2017 mendatang. Dari dalam penjara, restu sekaligus dukungan itu diberikan Atut kepada anggota DPR Fraksi Golkar itu untuk mendampingi calon gubernur Wahidin Halim, kader Partai Demokrat di Banten.

    Menurut pembimbing mengaji Atut, Ustadz Mul, kepada Tempo, Andika beberapa kali mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang Jalan Moch Yamin. "Andika menemui Ibu Atut hari Sabtu dua pekan lalu. Dari dalam penjara, Ibu pesan ke penjaga hanya mau nemuin putranya khusus, tidak menerima tamu lain, termasuk saya batal ketemu Ibu waktu itu," kata Mul, Senin 22 Agustus 2016.

    Baca:
    Pilkada Banten, PKS Dukung Anak Atut
    Dua Calon Independen Lolos Verifikasi Pilgub Banten   
    Pilkada Banten 2017, Demokrat Usung Wahidin dan Andhika 


    Mul mengatakan Atut pun sudah memberikan sokongan untuk Wahidin, sebab dia dianggap pas dan tepat memimpin Banten karena pengalaman dua periode sebagai Wali Kota Tangerang. "Ibu pernah cerita, Wahidin dan Rano Karno sama-sama mendapat tempat di hati, namun dari dua tokoh itu justru Wahidin yang mau bersilaturahim ke Lapas. Dari situ Ibu menilai Wahidin bisa membimbing Andika untuk sama-sama memajukan Banten," kata Mul.

    Wahidin pun sebelumnya kepada Tempo mengatakan beberapa saat setelah Atut ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dia membezuk Atut di Rutan Pondok Bambu sebagai kawan.

    Wahidin ingin Banten dibangun dengan rasa saling mengasihi dan saling menyayangi di antara semua kalangan. "Saya tidak ingin Banten ditaburi rasa kebencian dan permusuhan antarsesama.”

    Pada Pilkada Banten 2013, Atut berpasangan dengan Rano Karno mengalahkan pasangan Wahidin-Irna Narulita Dimyati. Irna kini menjadi Bupati Pandeglang menggantikan suaminya, Dimyati Natakusumah.

    Pasangan Wahidin-Andika, meskipun secara resmi belum didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum Banten, namun makin solid menggalang dukungan masyarakat. Pasangan ini secara resmi sudah disokong empat partai, yakni Demokrat, Golkar, PKS dan Hanura.

    Bahkan, bekas Bupati Lebak Mulyadi Djayabaya secara terang-terangan mendukung Wahidin-Andika. Padahal Djayabaya merupakan tokoh PDIP Banten.



    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.