Ketua KPK Akan Ungkap Kasus Baru Pekan Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (kiri) melakukan salam komando dengan Ketua KPK Agus Rahardjo disaksikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan seusai melakukan pertemuan, di Gedung KPK, Jakarta, 19 Agustus 2016. Pertemuan tersebut membicarakan prihal

    Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (kiri) melakukan salam komando dengan Ketua KPK Agus Rahardjo disaksikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan seusai melakukan pertemuan, di Gedung KPK, Jakarta, 19 Agustus 2016. Pertemuan tersebut membicarakan prihal "Joint Investigation" dalam penanganan kasus korupsi, terkait kelebihan keduanya sebagai lembaga penegak hukum. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Sukabumi - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo mengatakan komisioner akan mengumumkan kasus baru yang dibongkar KPK pada pekan depan. "Kasusnya siapa akan segera kami umumkan," katanya di acara media gathering KPK di Sukabumi, Jumat, 19 Agustus 2016.

    Agus enggan memberi bocoran mengenai kasus itu. Namun, dia memastikan kasus itu tidak terkait dengan pemeriksaan empat anggota polisi, yang menjadi ajudan bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi.

    Empat polisi yang dimaksud adalah Brigadir Ari Kuswanto, Brigadir Dwianto Budiawan, Brigadir Fauzi Hadi Nugroho, dan Ipda Andi Yulianto. Mereka dipanggil sebagai saksi untuk perkara suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution. Namun, mereka masih mangkir dari panggilan KPK.

    Agus juga enggan mengatakan kasus yang akan diungkap itu berhubungan dengan pejabat eksekutif atau legislatif. "Ya, nanti tunggu saja lah," katanya.

    Beberapa hari lalu Agus mengatakan KPK sudah siap mengungkap kasus itu dalam lima hari. Namun, KPK terpaksa mengundurnya karena sesuatu hal.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.