Balap Karung Lawan Dubes, Menteri Yasonna Keok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly turut serta dalam lomba balap karung di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, untuk merayakan HUT Ke-71 Republik Indonesia. TEMPO/Istman

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly turut serta dalam lomba balap karung di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, untuk merayakan HUT Ke-71 Republik Indonesia. TEMPO/Istman

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski hari kemerdekaan Indonesia sudah lewat, bukan berarti lomba-lombanya sudah usai. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, misalnya, masih ikut lomba 17-an di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu, 20 Agustus 2016.

    Yasonna mengikuti lomba balap karung bersama sejumlah duta besar negara asing, seperti Dubes Italia dan Seychelles. Masih mengenakan baju batik lengan panjang dan celana bahan, Yasonna bersiap dengan karung yang disiapkan panitia.

    Ternyata Yasonna tidak mahir dalam permainan ini. Ia yang seharusnya meloncat agar bisa melangkah lebih jauh dengan karung, malah melakukan gerakan selayaknya orang berjalan kaki. Walhasil, ia tertinggal jauh dibanding kompetitor-kompetitornya. "Ah, susah," ujar Yasonna berteriak ketika dirinya baru mencapai setengah lintasan lomba. 
     
    Ketika kompetitor lainnya sudah berbalik arah untuk mencapai garis awal, Yasonna baru sampai ke titik perputaran. Di situ, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan lomba. "Susah ternyata," ujarnya sembari tertawa sehingga mendapat sorakan dari para penghuni lapas.

    Balap karung bukanlah satu-satunya lomba 17-an di Lapas Narkotika Cipinang. Selain balapan itu, ada lomba panjat pinang, bambu gila, makan krupuk, serta lomba balap bakiak. Beberapa dubes negara asing pun ikut lomba itu. Dubes Italia di Indonesia, Federicu Faila, misalnya, ikut lomba balap bakiak di mana ia sempat terjatuh di tengah lomba namun melanjutkan hingga akhir balapan, tidak seperti Yasonna.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.