Hujan Lebat, Jumpa Tokoh di Jambore Nasional Dibatalkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi lokasi acara Jambore Nasional X (Jamnas) usai diterjang hujan deras dan angin ribut, di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 19 Agustus 2016. Istimewa

    Kondisi lokasi acara Jambore Nasional X (Jamnas) usai diterjang hujan deras dan angin ribut, di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 19 Agustus 2016. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan lebat dan angin ribut memorak-porandakan perkemahan Jambore Nasional 2016 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada Jumat malam, 19 Agustus 2016.

    Pohon besar di Sub-Camp Tjilik Riwut roboh. Banjir melanda arena Global Development Village, lokasi pameran dan beberapa sub-camp. Banyak peserta yang diungsikan ke wilayah aman. Ambulans membawa peserta ke rumah sakit mini di lokasi perkemahan atau rumah sakit rujukan Jamnas.

    Hujan lebat mulai turun sejak pukul 17.00 WIB. Kemudian muncul lagi sekitar pukul 19.00 WIB. Walhasil, "Agenda jumpa tokoh yang seharusnya malam ini tidak memungkinkan diadakan, mengingat hujan deras tak kunjung berhenti," kata Arini Yuniarti, bagian humas Jambore Nasional.

    Sejumlah tokoh yang dijadwalkan mengisi acara telah berada di lokasi perkemahan. Antara lain mantan wakil presiden Try Sutrisno, Kapolri, utusan Kepala Staf di TNI, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

    Arini menjelaskan bahwa para peserta dievakuasi ke rumah ibadah dan pendopo yang ada di sekitar lokasi perkemahan. Beberapa peserta juga dirawat lantaran jatuh sakit. Panitia telah menyiapkan makanan dan minuman hangat untuk para peserta, termasuk tenaga medis.

    Jumat ini adalah hari terakhir kegiatan Jamnas yang diikuti 25 ribu Pramuka penggalang dari seluruh kota dan kabupaten di Tanah Air. Pembukaan Jamnas dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Agustus 2016. Acara penutupan akan dilakukan Sabtu malam, 20 Agustus 2016.

    FAJAR PEBRIANTO | UWD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.