Risma Raih Penghargaan Alumnus Terbaik Dunia dari Belanda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (kiri) saat disumpah menjadi saksi di Mahkamah Konstitusi - Jakarta, 8 Juni 2016. Pemda Kota Surabaya menggugat dan menguji UU no 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah pasal 15 ayat 1 dan ayat 2 beserta lampiran huruf A tentang pembagian urusan pemerintah bidang pendidikan dalam sub urusan manajemen pendidikan. TEMPO/Amston Probel

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (kiri) saat disumpah menjadi saksi di Mahkamah Konstitusi - Jakarta, 8 Juni 2016. Pemda Kota Surabaya menggugat dan menguji UU no 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah pasal 15 ayat 1 dan ayat 2 beserta lampiran huruf A tentang pembagian urusan pemerintah bidang pendidikan dalam sub urusan manajemen pendidikan. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meraih penghargaan sebagai alumnus terbaik dunia dari The Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS) Rotterdam, Belanda, yang akan diberikan pada Oktober 2016.

    "Penyerahannya saat UN Habitat di Quito, Ekuador, Amerika Selatan," kata Rima saat menyampaikan pidato dalam acara Pembukaan Pameran Pendidikan Non-Formal di Balai Pemuda, Jumat, 29 Agustus 2016.

    Risma mengaku dirinya tidak mengetahui kualifikasinya. Menurut dia, sepertinya tak ada kategori pada penghargaan dari kampusnya saat mengenyam pendidikan magister di sana. "Kayaknya enggak ada kategori. Hanya alumnus terbaik dunia," katanya.

    Perempuan penyandang gelar Doktor Honoris Causa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini mengatakan, penghargaan dari Belanda bukan yang pertama kalinya. Penghargaan bertaraf internasional sebelumnya juga beberapa kali ia terima. "Kalau dari luar (negeri), sudah beberapa," ucapnya.

    Ia memperkirakan penghargaan internasional itu diterima setelah dirinya menjadi pembicara di Bogota, Kolombia. "Mungkin sekitar 20 Oktober 2016," katanya.

    Risma berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi anak-anak di Surabaya. "Masak, emaknya (ibunya) bisa, anak-anaknya juga harus bisa," tuturnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.