Wiranto Minta Restu Jadi Menteri, Ini Pesan Habibie  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto setelah menyambangi rumah Habibie di Patra Kuningan XIII, Jakarta, 19 Agustus 2016. TEMPO/Arkhe

    Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto setelah menyambangi rumah Habibie di Patra Kuningan XIII, Jakarta, 19 Agustus 2016. TEMPO/Arkhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyambangi rumah Presiden RI ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie. Wiranto mengatakan kunjungan tersebut sebagai silaturahmi dan memohon doa restu dari Habibie untuk mengemban jabatan barunya sebagai menteri di Kabinet Kerja.

    Dalam pertemuan tersebut, Wiranto mendapatkan pesan dari Habibie di tengah dinamika zaman yang berubah. "Beliau titip negeri ini untuk membangun keamanan dan ketenteraman karena keduanya berbeda. Bisa saja aman, tapi hatinya tak tentram," ucap Wiranto di rumah Habibie di kawasan Patra Kuningan XIII, Jakarta, Jumat, 19 Agustus 2016.

    Wiranto berujar, pertemuan tersebut untuk menyampaikan pengangkatannya sebagai menteri di Kabinet Kerja. Menurut dia, Habibie dan dia adalah satu tim dalam pergantian masa dari Orde Baru ke reformasi. Habibie, tutur dia, menginginkan agar pergantian masa bisa berjalan mulus, damai, dan tak merugikan kepentingan nasional.

    Wiranto mengaku, sebelum ke rumah Habibie, dia lebih dulu bertemu dengan pimpinan beberapa partai politik, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golongan Karya, dan Partai Persatuan Pembangunan. Menurut dia, pertemuan itu penting sebagai mitra kerjanya sebagai menteri. "Saya mencoba menjalin pemahaman kondisi politik yang kondusif dan amanah," katanya.

    ARKHELAUS W.

    Baca Juga
    Jika Mega Dukung Ahok, Begini Cara PDIP Meredam Pembangkang
    Ahok Kisahkan Pertemuannya dengan Megawati di DPP PDIP



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.