Pulang dari Jakarta, Risma: Aku Tetap di Surabaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini memberikan penjelasan saat menjadi saksi di  Mahkamah Konstitusi - Jakarta, 8 Juni 2016. Risma mengatakan pendidikan untuk semua orang. Itu sebabnya, tidak boleh ada aturan yang membatasi siapa pun, termasuk warga miskin, untuk mendapatkan pendidikan. TEMPO/Amston Probel

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini memberikan penjelasan saat menjadi saksi di Mahkamah Konstitusi - Jakarta, 8 Juni 2016. Risma mengatakan pendidikan untuk semua orang. Itu sebabnya, tidak boleh ada aturan yang membatasi siapa pun, termasuk warga miskin, untuk mendapatkan pendidikan. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali memastikan tidak akan ikut dalam pilkada DKI Jakarta. Bahkan Risma juga meminta supaya tidak perlu khawatir walaupun dirinya ditarik ke mana-mana, karena dia hanya ingin tetap di Kota Surabaya.

    "Memang ada yang menarik saya ke sana dan ke sini, tapi jangan khawatir, saya masih bertahan di sini (Surabaya)," kata Risma, disambut tepuk tangan para undangan yang hadir dalam acara pembukaan pameran pendidikan non-formal, Widya Wahana PNFI 2016, di Balai Pemuda Surabaya, Jumat, 19 Agustus 2016.

    Pernyataan ini mementahkan spekulasi bahwa Risma akan meninggalkan Surabaya untuk ikut pilkada DKI Jakarta. Kemarin, Risma pergi ke Jakarta dan bermalam di sana, ia baru tiba di Surabaya tadi pagi.

    Selain itu, pernyataan ini kembali dilontarkan Risma untuk menanggapi hadiah puisi yang dibacakan oleh salah satu pelajar Surabaya, Aisyah Aulia, dalam acara tersebut. Puisi itu meminta Risma supaya tidak pergi ke Jakarta dan menetap di Surabaya. "Kami hanya ingin Bu Risma tetap di Surabaya," kata Aisyah ditemui setelah membaca puisi.

    Gadis 10 tahun ini juga menjelaskan puisinya itu dibuatkan oleh kakaknya, Edward Rio Wardhana. Ia pun mengaku senang atas puisi itu karena bagus.

    Berikut ini puisi lengkap Aisyah Aulia yang mengundang tanggapan Risma.

    Bunda, kerut wajahmu belumlah keriput
    Semangatmu berkobar tak pernah surut
    Banyak hal yang telah kau korbankan
    Banyak keadilan yang kau tebarkan
    Jika banyak perahu asing yang melambaikan tangan dan mengajakmu pergi
    Maka izinkan kami memohon padamu
    Jangan pergi bunda, tetaplah di sini bersama kami
    Bersama semangat dan bertekad bulat
    Untuk membangun Surabaya Jaya dan sejahtera
    Jangan pergi Bu Risma, tetaplah bersama kami di Surabaya

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.