Keluarga WNI Sandera Abu Sayyaf Disediakan Psikolog  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Sofyan, ABK Indonesia yang melarikan diri dari militan Abu Sayyaf, tiba di kantor polisi di Jolo, Sulu, Filipina selatan 17 Agustus 2016. Sofyan ditemukan penduduk yang tinggal di wilayah pantai Barangay Bual, Kota Luuk pada Rabu pagi. REUTERS/Stringer

    Muhammad Sofyan, ABK Indonesia yang melarikan diri dari militan Abu Sayyaf, tiba di kantor polisi di Jolo, Sulu, Filipina selatan 17 Agustus 2016. Sofyan ditemukan penduduk yang tinggal di wilayah pantai Barangay Bual, Kota Luuk pada Rabu pagi. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Makassar - Manajer Operasional PT Rusianto Bersaudara, Marjoko, menyatakan pihaknya menyiapkan psikolog bagi keluarga anak buah kapal TB Charles yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf. "Kami ingin menguatkan mental mereka menghadapi situasi ini," kata Marjoko setelah bertemu dengan pihak keluarga di Makassar, Jumat, 19 Agustus 2016. 

    Marjoko mengatakan, bimbingan konseling bagi keluarga sandera dipandang perlu demi memulihkan suasana batin yang dirasakan keluarga hampir dua bulan terakhir. Betapa tidak, kata dia, peristiwa penyanderaan itu diyakini terus menimbulkan kekhawatiran pihak keluarga.

    Menurut Marjoko, pihak perusahaan tetap memenuhi kewajibannya kepada karyawan yang tengah disandera. Gaji bulanan maupun kebutuhan lainnya tetap dipenuhi. "Adapun kekurangan kebutuhan keluarga mereka akan kami berikan," ujar Marjoko.

    Marjoko menolak membeberkan langkah taktis perusahaan untuk membebaskan sandera. Menurut Marjoko, pihaknya hanya meminta kepada pemerintah dalam hal perlindungan dan pendampingan. "Tujuan kami adalah memastikan seluruh sandera kembali dengan selamat dan perusahaan tetap beroperasi," ujar Marjoko.

    Kepala Sub-Direktur Pengawasan Kekonseleran Direktorat Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Krishna Djelani, mengatakan pihaknya mementingkan kepercayaan keluarga korban kepada pemerintah dan perusahaan dalam upaya pembebasan sandera. "Kami tidak ingin keluarga merasa bahwa pemerintah dan perusahaan tidak berbuat apa-apa," kata Krishna.

    Krishna berharap keluarga bisa tenang dan tidak begitu cemas. Menurut dia, pemerintah telah menempuh upaya-upaya terbaik demi keselamatan para sandera.

    ABDUL RAHMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.