Terungkap, Luhut Panjaitan Warga Kehormatan Brimob, tapi...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Panjaitan. Tempo/Istman

    Luhut Panjaitan. Tempo/Istman

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, mengatakan Luhut L. Panjaitan yang hadir saat upacara pengibaran bendera di Istana Negara, 17 Agustus lalu, tidak pernah mendapatkan pangkat tituler brigadir jenderal.

    "Dia hanya mendapat penghargaan keluarga kehormatan Brimob (Brigade Mobil) atas jasanya kepada sesepuh Polri Komjen Muhammad Yasin,” kata Boy di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Agustus 2016. Yasin kini diangkat sebagai pahlawan nasional.

    Baca: Luhut Polisi Gadungan Punya Kartu Brimob karena Ini

    Boy menjelaskan Luhut memang pernah mendapat penghargaan oleh Brimob, namun bukan oleh Kepala Polri. "Jadi, sebagai warga kehormatan saja, hanya mungkin salah dipahami oleh yang bersangkutan,” kata Boy. Menurut Boy, hal ini sudah diluruskan.

    Luhut sudah diperiksa di Kepolisian Daerah Metro Jaya. "Di Polda sudah jelas, clear,” ucap Boy. “Sudah diberi tahu dan dia sudah paham.”

    Baca: Ini Sosok 'Luhut Panjaitan' yang Ditangkap Paspampres

    Pasukan Pengamanan Presiden menangkap Luhut yang masuk saat prosesi upacara hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-71 akan dimulai. Pria tersebut mengaku sebagai staf ahli Dewan Pertimbangan Presiden.

    REZKI ALVIONITASARI

    Baca Juga
    Jika Mega Dukung Ahok, Begini Cara PDIP Meredam Pembangkang
    Ahok Kisahkan Pertemuannya dengan Megawati di DPP PDIP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.