Ada Sabu 3 Kg dalam Kecelakaan Maut dengan Korban 3 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Barang bukti narkoba. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Barang bukti narkoba. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Tiga orang tewas dalam kecelakaan maut yang terjadi antara truk dengan mobil Toyota Yaris, di Km 40, Kecamatan Minas, Siak, Riau. "Satu penumpang terluka parah telah mendapat perawatan," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo, Kamis, 18 Agustus 2016.

    Semua korban merupakan warga Aceh yakni M Rafiq, 26 tahun, dan Ridwan (30). Korban meninggal lain, berjenis kelamin perempuan belum diketahui identitasnya. Sedangkan satu korban luka berat bernama Siti Zahra, 20 tahun, mendapat perawatan di RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru.

    Guntur menceritakan, peristiwa tabrakan maut terjadi Rabu sore, 17 Agustus 2016. Mobil Yaris melaju kencang dari arah Duri menuju Pekanbaru pada lintasan menurun Km 40, Minas, diduga mobil yang ditumpangi empat orang itu mengambil jalur kanan sehingga terjadi tabrakan dengan truk Fuso yang berlawanan arah. Tabrakan adu kambing tak terelakkan sehingga membuat mobil Yaris ringsek. Seketika tiga penumpang tewas, satu luka parah.

    Menurut Guntur, Kepolisian Resor Siak yang turun ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban, menemukan sabu seberat 3 Kg di bawah jok mobil Yaris. Sabu terbungkus rapat dengan dibalut lakban wargan hitam di bawah jok mobil bagian tengah. Namun polisi belum dapat memastikan, apakah rombongan dalam mobil tersebut merupakan jaringan pengedar narkoba. Polisi menduga barang haram itu dibawa dari Aceh. "Tapi masih belum tahu barang itu akan dibawa kemana," tuturnya.

    Guntur mengatakan, kasus kecelakaan lalu lintas telah ditangani Kepolisian Resor Siak. Sementara untuk kasus penemuan Narkoba tengah ditangani Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. "Penyidik masih melakukan pendalaman seperti apa sebenarnya kasus tersebut," ucap Guntur.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.