MPR Memperingati Hari Konstitusi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peringatan Hari Konstitusi  sangat penting dan strategis di tengah kondisi bangsa yang sedang menghadapi berbagai tantangan.

    Peringatan Hari Konstitusi sangat penting dan strategis di tengah kondisi bangsa yang sedang menghadapi berbagai tantangan.

    INFO MPR - MPR RI mengadakan peringatan Hari Konstitusi yang diselenggarakan di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Kamis, 18 Agustus 2016. Selain dihadiri para pimpinan MPR, acara ini dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, menteri agama, ketua DPR RI, ketua DPD, ketua BPK, ketua MK, perwakilan dari MA, Komisi Yudisial, dan pimpinan lembaga negara lainnya.

    Ketua MPR Zukifli Hasan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Presiden Soekarno telah menetapkan tanggal 18 Agustus sebagai Hari Konstitusi Indonesia.  Hari itu, 27 anggota dan pimpinan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang, yang dimulai pukul 10.00 hingga berakhir pukul 14.42. “Meskipun singkat waktunya, namun hasilnya sangat memuaskan. Sidang mengesahkan Pembukaan UUD 1945, batang tubuh UUD 1945, memilih presiden dan wakil presiden, serta sejumlah keputusan lainnya,” ujar Zulkifli.

    Menurut Zulkifli, kelahiran UUD 1945 merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia, sekaligus karya puncak pendiri bangsa. Meskipun Bung Karno sekalu Ketua PPKI mengatakan bahwa konstitusi yang mereka susun hanyalah konstitusi sementara, bahkan disebutnya sebagai UUD kilat.

    Kata Zulkifli, peringatan Hari Konstitusi  sangat penting dan strategis di tengah kondisi bangsa yang sedang menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang semakin luas dan kompleks. Kondisi ini niscaya akan membawa arus deras demokratisasi di segala bidang. “Tapi meski demikian, demokrasi modern yang kita ingin wujudkan haruslah berakar pada penegakan kedaulatan rakyat, dengan tidak menanggalkan nilai-nilai ke-Indonesiaan kita sebagai bangsa yang memiliki jati diri,” katanya.

    Zulkifli menegaskan MPR telah mengukuhkan UUD NRI Tahun 1945 sebagai buku suci. Tapi, kata dia, kepentingan individu, kelompok dan golongan terkadang berada di atas kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. “Sumberdaya alam tidak sepenuhnya kita manfaatkan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tuturnya.

    Jika demikian halnya, menurut Zulkifli, mengutip apa yang pernah disampaikan Bung Karno bahwa “Kita akan jadi kuli di negeri orang dan jadi kuli di negeri sendiri”.

    Di Hari Konstitusi ini, juga diadakan putaran final dan grand final lomba cerdas cernat Empat Pilat MPR dengan menghadirkan tiga peserta, yaitu SMA Al Azhar Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah ; SMA 1 Longkali, Provinsi Kalimantan Timur ; SMA 3 Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Sebagai juara pertama dalam lomba ini adalah SMA Al Azhar Palu, juara kedua SMA 1 Longkali, juara ketiga SMA 3 Pontianak. 

    Kegiatan ini merupakan salah satu metoda sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD NKRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.  “Kita berharap melalui kegiatan ini akan melahirkan generasi-generasi muda yang paham dan melaksanakan nilai-nilai luhur bangsa,” kata Zulkifli. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.