Begini Cara Warga Kampung Bendera, Garut, Rayakan HUT RI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang peserta mengibarkan bendera merah putih setelah berhasil mamanjat tiang lomba panjat pinang di kampung Bandarharjo, Semarang, 14 Agustus 2016. Budi Purwanto

    Seorang peserta mengibarkan bendera merah putih setelah berhasil mamanjat tiang lomba panjat pinang di kampung Bandarharjo, Semarang, 14 Agustus 2016. Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Garut - Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, warga Desa Sukarame, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, membentangkan bendera merah-putih berukuran panjang 1.200 meter dengan lebar 120 sentimeter.

    Bendera itu dibentangkan warga sekitar pukul 07.30 WIB dengan cara diarak dari kantor Desa menuju Alun-alun Leles yang berjarak sekitar 3 kilometer dari sana. Sedikitnya, dibutuhkan 700 orang untuk mengantarkan bendera ke lapangan tempat upacara. Bendera itu lalu diserahkan ke Bupati Garut melalui Camat Leles. "Bendera ini untuk mewujudkan slogan Presiden Jokowi, yakni kerja nyata," ujar Kepala Desa Sukarame, Asep Bahir, di sela acara, Rabu, 17 Agustus 2016.

    Bendera terpanjang di Indonesia ini dibuat oleh seluruh warga Kampung Ciperah. Kampung ini dikenal sebagai kampung bendera, karena merupakan sentra perajin bendera yang memasok bendera merah-putih ke seluruh tempat di Indonesia.

    Sedikitnya, ada 100 warga di kampung ini yang berprofesi sebagai perajin bendera dan umbul-umbul. Pembuatan bendera terpanjang itu memerlukan waktu sekitar satu bulan. "Kegiatan ini merupakan kreativitas warga," ujar Asep.

    Menurut Asep Bahir, ide pembuatan bendera itu dari warga. Bahkan biaya pembuatannya pun berasal dari urunan warga. Setiap kepala keluarga menyumbang Rp 20 ribu. Bendera terpanjang ini menghabiskan dana sebesar Rp 12 juta.

    Kepala Polsek Leles, Ajun Komisaris Asep Muslihat, mengaku kegiatan pembentangan bendera terpanjang ini cukup menyedot perhatian masyarakat. Apalagi bendera tersebut melintasi jalan provinsi Bandung-Garut.

    Akibat kegiatan ini, arus lalu lintas sempat mengalami penumpukan. Namun beruntung tidak menyebabkan kemacetan yang parah. "Arus lalu lintas hanya tersendat sedikit sekitar 30 menit," ujar Asep Muslihat.

    SIGIT ZULMUNIR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.