Yusril Pertanyakan Dasar Hukum Gloria Diikutkan Paskibraka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Gloria Natapradja Hamel bersama Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjelang upacara penurunan bendera di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2016. Gloria menempati posisi gordon dalam barisan. TEMPO/Subekti.

    Ekspresi Gloria Natapradja Hamel bersama Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjelang upacara penurunan bendera di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2016. Gloria menempati posisi gordon dalam barisan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, mempertanyakan dasar hukum Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan izin kepada Gloria Natapradja Hamel mengikuti upacara penurunan bendera sebagai anggota Paskibraka di Istana Negara, Rabu sore, 17 Agustus 2016.

    "Apa izin ini sebagai bentuk rasa bersalah Presiden untuk menghindari gugatan keluarga Gloria yang merasa telah dipermalukan di hadapan publik? Tapi, di sisi lain, izin ini justru berisiko terhadap adanya pelanggaran hukum," kata Yusril dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 18 Agustus 2016.

    Yusril menuturkan, berdasarkan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 0065 Tahun 2015, syarat menjadi anggota Paskibraka adalah berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI). Sedangkan status Gloria bukan WNI dan bukan pemilik dwikewarganegaraan.

    "Mustahil Gloria punya status dwikewarganegaraan karena undang-undang yang mengatur adanya dwikewarganegaraan (Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006) baru disahkan pada 2006, 6 tahun setelah Gloria lahir. Undang-undang tersebut tidak berlaku surut," tuturnya.

    BacaAlasan Presiden Jokowi Izinkan Gloria Ikut Paskibraka

    Menurut Yusril, Gloria merupakan korban kelalaian dan ketidakcermatan Menteri Pemuda dan Olahraga merekrut anggota Paskibraka. "Saya justru simpati dengan Gloria karena dia korban," katanya.

    Yusril  berharap, pemerintah  lebih cermat mengemban tugas dan mengambil keputusan agar tidak menjadi bahan cemoohan dan tertawaan publik.

    Gloria merupakan anggota Paskibraka perwakilan Jawa Barat yang tidak ikut dikukuhkan Presiden lantaran memiliki paspor Prancis. Ia juga tidak tercatat sebagai WNI.

    Ayah Gloria memang warga Prancis, tapi ibu Gloria WNI. Namun, seusai bertemu dengan Jokowi setelah upacara pengibaran bendera, 17 Agustus 2016, Gloria akhirnya diizinkan menjadi anggota Paskibraka untuk upacara penurunan bendera sebagai pasukan Gordon.

    INGE KLARA SAFITRI

    https://nasional.tempo.co/read/news/2016/08/17/173796653/alasan-presiden-jokowi-izinkan-gloria-ikut-paskibraka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.