Istri ABK yang Kabur dari Abu Sayyaf Tak Tahu Nasib Sofyan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Sofyan, ABK Indonesia yang melarikan diri dari militan Abu Sayyaf, tiba di kantor polisi di Jolo, Sulu, Filipina selatan 17 Agustus 2016. Sofyan ditemukan penduduk yang tinggal di wilayah pantai Barangay Bual, Kota Luuk pada Rabu pagi. REUTERS/Stringer

    Muhammad Sofyan, ABK Indonesia yang melarikan diri dari militan Abu Sayyaf, tiba di kantor polisi di Jolo, Sulu, Filipina selatan 17 Agustus 2016. Sofyan ditemukan penduduk yang tinggal di wilayah pantai Barangay Bual, Kota Luuk pada Rabu pagi. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Makassar - Sri Dewi, 21 tahun, istri anak buah kapal TB Charles, Muhammad Sofyan, 27 tahun, belum mengetahui kelanjutan nasib suaminya. Dia mengatakan baru mendapat selentingan kabar soal lolosnya Sofyan dari tangan kelompok Abu Sayyaf.

    "Kami terhambat akses informasi. Entah siapa yang harus kami hubungi," kata Sri saat dihubungi Tempo, Kamis, 18 Agustus 2016.

    Sofyan dikabarkan berhasil kabur dari kelompok Abu Sayyaf. Sofyan ditemukan penduduk yang tinggal di wilayah Pantai Barangay Bual, Kota Luuk, pukul 07.30 pada Rabu, 17 Agustus 2016. Sofyan diduga melarikan diri setelah Abu Sayyaf mengancam akan memenggal lehernya.

    Menurut Sri, perkembangan kabar suaminya hanya diikuti dari media massa. Tidak ada komunikasi dengan pemerintah maupun perusahaan tempat suaminya bekerja.

    "Kami belum begitu tenang bila kondisi terakhir dia belum diketahui," ujarnya. Sri tinggal di Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, atau sekitar 40 kilometer dari Kota Makassar.

    Sofyan adalah satu dari tujuh ABK TB Charles yang disandera sejak akhir Juni lalu. Warga Sulawesi Selatan lain yang disandera adalah warga Kabupaten Maros, Ismail Tiro, dan Muhammad Mabrur Dahri asal Kota Parepare.

    Sofyan baru satu tahun menjadi pelaut. Alumnus Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran dan Akademi Pelayaran Barombong Makassar itu tak langsung melaut setelah tamat sekolah.

    Sri mengatakan, dua tahun setelah lulus, ia ke Kalimantan Timur. Di tempat ini, Sofyan bergabung dengan TB Charles. "Kami tidak pernah berkomunikasi sampai akhirnya kabar penyanderaan itu tiba," kata Sri.

    Dia berharap, suaminya yang sudah hampir dua bulan disandera itu segera kembali ke Tanah Air. "Kasihan kondisinya. Kami selalu berdoa dia pulang dengan selamat," ujar Sri.

    ABDUL RAHMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.