Risma Pimpin Surabaya dari Ruang Kendali Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali kota Surabaya, Tri Rismaharani berangkat ke kantor pukul 06.30 dan baru pulang pada pukul 01.00 atau pukul 02.00. Ia tidak pernah mengeluh dalam bekerja karena masih ada warganya yang lebih sengsara daripada dirinya. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Wali kota Surabaya, Tri Rismaharani berangkat ke kantor pukul 06.30 dan baru pulang pada pukul 01.00 atau pukul 02.00. Ia tidak pernah mengeluh dalam bekerja karena masih ada warganya yang lebih sengsara daripada dirinya. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kini memiliki fasilitas baru yang bisa menjadi mata dan telinganya untuk menelisik serta memecahkan berbagai masalah yang terjadi di seluruh Kota Surabaya. Nama fasilitas itu adalah Command Center atau Ruang Kendali. Lokasinya berada di gedung eks Siola, Jalan Tunjungan, Surabaya.

    Fasilitas yang diresmikan pada 26 Juli 2016 ini terus dimaksimalkan oleh Risma dengan memberikan arahan kepada para petugas yang menjaga Command Center. Bahkan ia juga meninjau langsung ruangan yang penuh dengan layar monitor CCTV itu untuk memastikan berjalannya fasilitas tersebut.

    "Selama ini, berbagai masalah dan laporan masyarakat ada di posko sendiri-sendiri. Sekarang kami berusaha memangkas proses itu," kata Risma saat meninjau Command Center, Rabu, 17 Agustus 2016.

    Menurut Risma, Command Center bersiaga 24 jam, sehingga para petugas jaga yang terdiri atas personel Linmas, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Kebakaran bekerja secara bergantian. Command Center bisa dihubungi melalui nomor pengaduan 112. Laporan yang masuk akan langsung ditanggapi dan dicarikan solusinya dengan cepat. "Jadi ini sebenarnya menjadi mata, telinga, dan kaki saya untuk melihat Kota Surabaya," ucap Risma.

    Saat mengunjungi ruangan Command Center, Risma langsung memberikan beberapa instruksi kepada para petugas dan tim IT untuk memaksimalkan fasilitas baru itu. Personel yang menjaga ruangan itu juga diminta tidak pernah menolak aduan apa pun dari masyarakat. Karena itu, Risma juga meminta petugas menyimpan semua nomor instansi terdekat untuk mengatasi masalah yang dilaporkan.

    "Contohnya, apabila ada kebakaran, petugas bisa langsung menghubungi posko pemadam kebakaran yang ada di sekitar titik kebakaran," ujar Risma.

    Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini juga meminta para petugas memberi informasi terbaru mengenai cuaca dan genangan air, jika ada, di Kota Surabaya. Hal ini agar warga Surabaya cepat menerima informasi tersebut, sehingga tidak ada lagi bencana yang tidak bisa ditangani secara cepat. "Kalian harus belajar sabar. Nanti pasti juga akan terbiasa," tuturnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.