Jessica Ikut Perayaan 17 Agustus di Penjara, Lomba Gendong..

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 10 Agustus 2016. Sidang ini beragenda mendengarkan keterangan saksi ahli dari Digital Forensik Mabes Polri yang menjelaskan perihal rekaman CCTV di Cafe Olivier. TEMPO/Eko siswono Toyudho

    Ekspresi terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 10 Agustus 2016. Sidang ini beragenda mendengarkan keterangan saksi ahli dari Digital Forensik Mabes Polri yang menjelaskan perihal rekaman CCTV di Cafe Olivier. TEMPO/Eko siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -  Terdakwa kasus pembunuhan Mirna Wayan Salihin, Jessica Kumala Wongso,  mengikuti lomba gendong sesama napi dalam perayaan Hari Kemerdekaan di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

    "Iya kemarin Jessica mengikuti lomba gendongan, sekarang dia sudah dapat berbaur dengan teman-temannya," kata Pelaksana Tugas Harian Kepala Kepala Lapas Kelas II A Rutan Pondok Bambu Ari Budianingsih seusai upacara Hari Kemerdekaan ke-71.

    Ari menjelaskan saat pertama kali masuk Rutan, Jessica cenderung menutup diri tetapi kini dia sudah mampu beradaptasi dengan lingkungannya.

    Saat tidak menjalani persidangan, hari-hari Jessica banyak dihabiskan beribadah di wihara.

    "Jadwal ibadahnya Selasa, Kamis, Jumat. Orangtuanya berkunjung saat waktu jenguk," kata Ari.

    Pada saat upacara, Jessica tidak terlihat dalam barisan peserta karena para peserta upacara hanya narapidana yang mendapat remisi.

    Jessica diduga membunuh Wayan Mirna Salihin yang meninggal dunia akibat kopi bersianida dan menjadi satu-satunya terdakwa dalam kasus ini.

    Wayan Mirna Salihin dinyatakan tewas diduga akibat meminum kopi bersianida di Restoran Olivier, Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu 6 Januari silam.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.