Menteri Susi Kembali Tenggelamkan 60 Kapal Ikan Ilegal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri upacara kemerdekaan RI di Pantai Kencana, Natuna, 17 Agustus 2016. Tempo/Putri Adityo

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri upacara kemerdekaan RI di Pantai Kencana, Natuna, 17 Agustus 2016. Tempo/Putri Adityo

    TEMPO.CO, Natuna - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menenggelamkan 60 kapal penangkap ikan ilegal yang beroperasi di sejumlah wilayah Indonesia. Penenggelaman dilakukan dengan membocorkan lambung kapal yang digelar di berbagai kawasan.

    "Saya tak bicara soal kekuasaan teritorial, tapi saya bicara soal sumber daya laut dan perikanan. Ikan yang berenang di zona ekonomi eksklusif kami, adalah ikan kami," kata Susi di Markas Komando Pangkalan Angkatan Laut Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu, 17 Agustus 2016.

    Satuan tugas gabungan pemberantasan penangkapan ikan ilegal menenggelamkan kapal-kapal tersebut di delapan lokasi, yaitu tersebar di Batam, Parempa, Ranai Natuna, Morotai, Sorong, Maluku, dan Tarakan, Kalimantan Utara. Dua kapal di antaranya berbendera Indonesia, dan 58 kapal lainnya berbendera asing.

    "Penangkapan paling banyak terjadi di Natuna," kata Susi. Sebab kepulauan berada di wilayah laut terluar Indonesia yang berbatasan dengan Vietnam, Malaysia, dan Filipina. Zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia sejauh 200 mil bersinggungan dengan Laut Cina Selatan.

    Tercatat hingga hari ini, pemerintah telah menenggelamkan 236 kapal ilegal di seluruh perairan Indonesia. Sebelumnya, Susi pernah menenggelamkan kapal viking dengan multi bendera.

    Rencananya, Susi akan membuat monumen pemberantasan penangkapan ikan ilegal di Pangandaran, Jawa Barat. Enam kapal sitaan akan diabadikan di monumen tersebut. "Kami kerja sama dengan Amerika Serikat dan Norwegia," katanya.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.